Loram Wetan Jadi Desa Cerdas Kedua di Indonesia

KUDUS, SERUJI.CO.ID – Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dijadikan proyek percontohan desa cerdas yang kedua, setelah sebelumnya diresmikan di Kelurahan Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan.

“Desa cerdas pertama yang diresmikan yakni di Kelurahan Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada bulan Januari 2017,” kata Peneliti Senior LIPI R Siti Zuhro, di Kudus, Kamis (21/12).

Ciri-ciri daerah yang maju, lanjutnya, ditandai dengan kemajuan desa beserta masyarakatnya.

“Dengan sistem multipartai seperti sekarang masyarakat sudah saatnya semakin cerdas, terutama di desa,” ujarnya.

Apabila masyarakat semakin cerdas, dia optimistis, mereka akan memiliki jati diri dan harga diri, sehingga akan tersinggung ketika ada yang membayar soal hak politik.

“Hal itulah yang akan dibangun LIPI bekerja sama dengan Pemda Kudus untuk membangun desa cerdas, sehingga masyarakatnya nanti semakin cerdas, ekonominya juga cerdas, dan di level pemerintahan desanya juga terakses oleh masyarakat dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, pemberdayaan masyarakat tidak hanya nilai-nilai ekonominya, melainkan nilai-nilai budaya juga harus diberdayakan.

Ia mencontohkan, untuk masyarakat Kudus tentu akan memunculkan kekudusannya sebagai ciri khas lokal.

“Khas masyarakat Kudus belum tentu dimiliki warga Jakarta. Hal seperti itu yang harus dikelola dan dirawat oleh desa cerdas,” ujarnya.

Untuk mewujudkan desa cerdas, katanya, dibutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten.

Ia berharap, desa cerdas di Kudus bisa didukung semua pihak, karena menjadi syarat terlaksana program desa cerdas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Refleksi Akhir Tahun Pendidikan

Persekolahan tidak pernah dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close