Lahan Pertanian di Gunung Kidul Diserang Landak

GUNUNG KIDUL, SERUJI.CO.ID – Lahan pertanian warga di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, rusak akibat diserang landak, selama dua bulan terakhir.

Kepala Dukuh Watu Belah, Sulistyo di Gunung Kidul, Senin (9/4), mengatakan banyak tanaman warga yang rusak akibat serangan landak, seperti tanaman kacang milik warga ketika hendak dipanen, buahnya sudah lebih dulu dimakan landak, sehingga hasil panen kacang hampir dua bulan ini tidak dapat maksimal.

“Untuk meminimalisasi kerusakan lahan pertanian, warga berburu landak untuk mengurangi populasi landak di desa tersebut,” kata Sulistyo.

Dia mengatakan, berbagai upaya warga kemudian melakukan pencarian landak di kawasan ladang yang di sekitarnya terdapat goa, karena di tempat tersebut banyak landak bersembunyi.

“Kami memasang beberapa perangkap, kalau di sini sudah ada beberapa yang tertangkap, sekitar delapan ekor, kalau di wilayah lain belum tahu,” katanya.

Sulistiyo mengatakan, selain menggunakan pawang untuk menangkap landak, pihaknya sudah melaporkan hama ini ke Dinas Tanaman Pertanian dan Pangan Gunungkidul.

“Harapannya bisa dikurangi populasinya sehingga tidak merugikan penduduk,” katanya.

Sementara salah seorang petani, Suyoto mengatakan dua bulan terakhir kacang, ketela, dan Jagung milik warga rusak. “Sudah dua bulan ini serangan landak meningkat, memakan apa saja yang ada di ladang,” katanya.

Dia mengatakan, bersama warga terus memburu landak dengan cara dipasang perangkap menggunakan bambu.

“Kalau dibunuh langsung, kepercayaan di sini tidak memperbolehkan,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.