KPU Gunung Kidul: Dapil Pemilu 2019 Berubah

GUNUNG KIDUL, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan daerah pemilihan Pemilu 2019 di wilayah itu mengalami perubahan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Keputusan KPU RI telah resmi diterima oleh KPUD Kabupaten Gunung Kidul pada Sabtu (06/4)). Berdasarkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 277/PL.01.3-Kpt/06/KPU/1V/2018UNTUK pEMILU 2019 Kabupaten Gunung Kidul dibagi menjadi lima daerah pemilihan (dapil),” kata Ketua KPU Gunung Kidul Muh Zaenuri Ihsan di Gunung Kidul, Ahad (8/4).

Ia mengatakam Dapil yang akan diberlakukan pada Pemilu 2019 berbeda dengan tahun sebelumnya. Dapil Pemilu 2019 dibagi menjadi 5 bagian. Dapil 1 terdiri dari wilayah Kecamatan Playen dan Wonosari dengan jumlah alokasi kursi DPRD sembilan kursi. Kemudian untuk Dapil 2 diisi oleh Kecamatan Gedangsari, Ngawen, Nglipar dan Patuk dengan delapan alokasi kursi.

Selanjutnya, Dapil 3 terbagi menjadi wilayah Kecamatan Karangmojo, Ponjong, dan Semin dengan 10 alokasi kursi. Dapil 4 diisi oleh Kecamatan Girisubo, Rongkop, Semanu, dan Tepus dengan jumlah sembilan alokasi kursi. Terakhir, Dapil 5 meliputi Kecamatan Paliyan, Panggang, Purwosari, Saptosari dan Tanjungsari dengan sembilan alokasi kursi.

“Jadi jumlah alokasi di Kabupaten Gunung Kidul 45 kursi dengan 755.977 suara,” kata Zaenuri.

Menurutnya, dapil menjadi tahapan krusial dalam penyelenggaraan pemilu karena nantinya akan menjadi medan pertempuran dari tiap parpol dan calon legislatornya yang akan duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).”Segera disosialisasikan kepada parpol,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Salah Besar Bila Disebut Konflik Agraria Tidak Ada 3 Tahun Terakhir, Berikut Datanya

Pendapat Guru Besar hukum terkait pernyataan capres nomor urut 01, Jokowi soal tidak adanya sengketa lahan dalam kurun 3 tahun ini di proyek infrastruktur.

Pemimpin Belum Lulus

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.