Koleksi-Koleksi di Museum Gunung Api Merapi Menjadi Sasaran Vandalisme

SLEMAN, SERUJI.CO.ID – Benda-benda koleksi di Museum Gunung Api Merapi (MGM), di Dusun Banteng, Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi sasaran para pelaku vandalisme.

“Sedikitnya tiga koleksi MGM berupa materi tentang evolusi bumi yang menjadi sasaran vandalisme. Ketiganya berada di lantai dua, yaitu di ruang peraga statis dan dinamis,” kata Kepala UPT MGM Juhartati, di Sleman, Ahad (30/6).

Menurutnya, corat-coret tangan jahil tersebut paling banyak terdapat di salah satu koleksi berukuran 120 x 200 sentimeter bergambar 14 bola bumi dengan latar berwarna hitam.

“Pada koleksi ini hampir penuh dengan coretan-coretan. Bahkan kata-kata atau kalimat coretan sangat tidak pantas,” katanya lagi.

Pihaknya tidak menyangka jika ada yang tega merusak barang koleksi museum. Apalagi koleksi MGM seharusnya menjadi edukasi bagi masyarakat untuk mengenal berbagai gunung api di Indonesia dan dunia.

“Kami menduga coretan-coretan tersebut dilakukan menggunakan pulpen atau benda tajam,” katanya pula.

Juhartati mengakui ada kurang kewaspadaan dari petugas terhadap pengunjung. Kendati demikian pengelola sebetulnya telah memberikan arahan dan imbauan kepada setiap pengunjung. “Termasuk juga menempatkan rambu-rambu larangan. Kami juga memasang CCTV di beberapa sudut ruangan untuk mengawasi gerak-gerik pengunjung,” katanya.

Namun ia mengatakan, karena jumlah petugas yang terbatas, sehingga membuat pengawasan agak longgar dan tidak optimal.

“Memang tidak bisa setiap saat kami memantau pergerakan pengunjung, demikian dengan CCTV juga tidak terpantau karena masalah alat dan SDM,” katanya pula.

Hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan pelaku vandalisme tersebut dan masih menyelidiki pelaku dari rekaman CCTV.

“Untuk hukumannya nanti masih persuasif,” katanya.

Menurutnya, saat ini status MGM masih belum resmi menjadi milik Pemkab Sleman dan masih dikelola bersama Badan Geologi Kementerian ESDM Bandung.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Badan Geologi Bandung untuk mengganti koleksi yang menjadi sasaran vandalisme,” katanya lagi.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER