KLHK Ajak Masyarakat Bersihkan Sampah di Simpang Lima

SEMARANG, SERUJI.CO.ID – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang mengajak masyarakat membersihkan sampah di kawasan Simpang Lima Semarang.

Bersamaan dengan “car free day” di kawasan Simpang Lima Semarang, Ahad (25/2), kegiatan itu merupakan rangkaian agenda Tiga Bulan Bersih Sampah (TBBS) memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2018.

Kegiatan peringatan HPSN 2018 diawali apel yang diikuti ratusan warga dari berbagai elemen, termasuk pelajar se-Kota Semarang untuk bersama membersihkan ikon Ibukota Jawa Tengah itu dari sampah.

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya Beracun (PSLB3) KLHK Rosa Vivien Ratnawati menyampaikan pelaksanaan TBBS dimulai pada 21 Januari-21 April 2018 yang dilakukan secara masif.

“Sampah harus dikelola dari sumbernya dengan memilahnya, mengurangi sampah, hingga memanfaatkannya kembali untuk berbagai barang bernilai ekonomis. Salah satunya, lewat bank sampah,” katanya.

Ia mengapresiasi Kota Semarang yang sekarang ini telah memiliki sekitar 60 bank sampah yang diharapkan bisa dimanfaatkan untuk warga, baik secara ekonomis maupun untuk pengelolaan sampah yang efektif.

“Melalui bank sampah, warga kan bisa mendapatkan uang juga. Saya harapkan dari 60 bank sampah ini dapat semakin berkembang sehingga sampah yang terbuang benar-benar semakin berkurang,” katanya.

Selama ini, diakuinya, tempat pembuangan sampah (TPA) yang memadai masih minim, beberapa kota yang sudah memiliki sistem pengelolaan sampah modern, seperti Surabaya dan Balikpapan.

“Ini tidak lepas dari mahalnya pengelolaan sampah, ditambah sumber daya manusia (SDM) yang tidak mumpuni sehingga banyak pemerintah daerah kurang serius dalam urusan ini. Namun, kami terus dampingi,” kata Rosa.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi pada kesempatan sama mengingatkan bahwa sampah bukan persoalan remeh, tetapi harus disikapi secara serius karena data KLHK setiap orang menghasilkan 0,7 kilogram sampah per hari.

Apabila kesadaran masyarakat, termasuk di Kota Semarang kurang dalam menjaga lingkungan, lanjut dia, cita-cita besar membuat Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, dan hijau akan gagal.

“Semestinya, HPSN ini dijadikan momentum meningkatkan kesadaran masyarakat untuk sadar pentingnya hidup bersih dan sehat. Dua hal harus diingat, buang sampah pada tempatnya dan daur ulang sampah,” kata politikus PDI Perjuangan itu.

Pada kegiatan itu, hadir pula artis yang juga Putri Indonesia 2005 Nadine Chandrawinata yang mengajak memaknai HPSN 2018 untuk menggiatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

“Makna HPSN ini untuk mengingatkan kita sebagai warga, bahwa sampah adalah milik kita sehingga harus menjaganya seperti, menjaga rumah kita agar tetap bersih,” kata pegiat lingkungan itu. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pengabdian Tragis Dahlan Iskan!

Dua kali hari Kartini saya mendapatkan kado sedih. Pertama saat Ibu saya tercinta meninggal dunia dalam usia 52 tahun, 21 April 1994.

Inilah 4 Keuntungan Membeli Apartemen Tipe Studio

Tinggal di apartemen saat ini sudah menjadi gaya hidup. Lokasi yang strategis dan ditunjang dengan berbagai fasilitas kemudahan menyebabkan banyak masyarakat urban, khususnya para eksekutif muda tertarik untuk tinggal di hunian vertikal.

Aksi Solidaritas Jurnalis-Aktivis di Pengadilan Tinggi Kalsel: Diananta Tidak Sendiri

Para aktivis dan jurnalis terus menggelar aksi solidaritas untuk mantan Pemred Banjarhits, Diananta Putera Sumedi yang disidang sebab menulis berita konflik lahan masyarakat adat versus perusahaan.

Masuki Masa Transisi New Normal, AMSI Jatim Keluarkan 7 Poin Imbauan

Mencermati perkembangan penyebaran Covid-19 di masa transisi New Normal yang semakin meningkat, AMSI Jawa Timur, mengeluarkan 7 poin imbauan.

CFD Kembali Ditiadakan, Fahira: Review dan Evaluasi Kunci Jakarta Kendalikan Covid-19

Senator DKI Jakarta Fahira Idris mengapresiasi keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang kembali meniadakan sementara kegiatan car free day (CFD).

Inilah 5 Kota Yang Jadi Incaran Calon Pembeli Rumah Saat Pandemi Covid-19

Pandemi corona telah mengubah wajah bisnis tanah air, termasuk sektor properti. Jika dulu orang membeli rumah harus datang ke lokasi proyek, sekarang tidak lagi.

Senator DKI: Pasar Harus Jadi Area Paling Aman dari Penyebaran Corona

Pencegahan penyebaran corona di pasar termasuk pasar tradisional menjadi salah satu langkah strategis dan efektif untuk menahan laju dan menghentikan penularan dan penyebaran Covid-19 di Indonesia

TERPOPULER