Kemenag DIY Minta Sekolah Awasi Kegiatan Rohis

YOGYAKARTA – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Daerah Istimewa Yogyakarta meminta pengelola sekolah tingkat SMP maupun SMA mengawasi berbagai kegiatan organisasi Rohani Islam (Rohis) agar tidak dimanfaatkan oknum tertentu untuk menyebarkan ideologi radikal.

“Sebenarnya bukan persoalan Rohani Islam -nya akan tetapi mereka (kelompok radikal) membidik Rohis sebagai satu segmen untuk mentransformasikan ideologinya,” kata Kepala Kanwil Kemenag DIY Muhammad Luthfi Hamid di Yogyakarta, Selasa (4/7).

Luthfi menilai masuknya paham atau pandangan radikal di kalangan siswa diantaranya disebabkan minimnya kontrol terhadap kegiatan ekstrakurikuler keagamaan.

Konsep Rohis, menurut dia, cukup baik namun jika tidak dibina dan diarahkan langsung oleh otoritas sekolah akan dimanfaatkan pihak lain untuk menyebarkan ideologinya.

Ia menyayangkan pihak sekolah kerap mempercayakan kegiatan keagamaan kepada Rohis tanpa memberikan perhatian langsung kepada organisasi ekstrakurikuler sekolah itu.

“Kami selalu mengingatkan agar ‘stakeholder’ sekolah tidak membuat kebijakan yang justru memberikan celah tumbuhnya radikalisme. Jangan ada kegiatan ekstra keagamaan yang tidak terkontrol guru,” kata dia.

Luthfi berharap pendidikan serta berbagai kegiatan keagamaan di tingkat sekolah pada intinya selalu bermuara pada pembangunan budi pekerti. Hal itu dapat terwujud apabila pendidikan agama disampaikan secara proporsional.

“Sehingga yang kami perhatikan pertama adalah kurikulum. Kurikulum harus memberikan kontribusi untuk memberikan pamahaman agama secara proporsional,” pungkasnya.

Sebelumnya, pada Mei 2017 Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Kapolda DIY) Brigjen Pol Ahmad Dofiri menyebut ada satu sekolah di Yogyakarta yang telah disusupi pemikiran radikal. Bahkan, 30 siswa dari sekolahan itu telah disumpah (bai`at) untuk mengikuti kelompok radikal itu.

Kini temuan itu telah ditangani secara serius dengan berkoordinasi bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY dan MUI. (IwanY)

Sumber:Antara

6 KOMENTAR

  1. Stereotype negatif terhadap umat Islam. Sayangnya itu justru dimiliki oleh orang Islam sendiri. Kalau mau serius membenahi generasi muda kita, ya laranglah game online dsb yang jelas-jelas meracuni pelajar kita

  2. Kt tdk menutup mata bhwa ada ‘penyusup’ yg memanfaatkan rohis…mestiny kemenag lah yg membina mrk dng baik…jng lepas tngan, atau malah mendiskriditkan…

    • Bukan agamanya yang salah, tapi oknum yang memanfaatkan agama sebagai keduk untuk menutupi aksi terrornya..positif thinking aja bro. tidak menutup kemungkinan juga aparat mengawasi yg lain tidak hanya islam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Refleksi Akhir Tahun Pendidikan

Persekolahan tidak pernah dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Mengkritisi Strategi Anti-Korupsi Para Capres

Debat capres putaran pertama telah usai. Terlepas paslon mana yang akan keluar sebagai juara dan berhak memimpin Indonesia dalam lima tahun ke depan, tulisan ini ingin mengkritisi ide dan gagasan para paslon seputar pemberantasan korupsi.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.