Ini Besaran UMK 2018 Untuk Jawa Tengah

0
145
UMK
Ilustrasi

SEMARANG, SERUJI.CO.ID – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Tahun 2018 melalui Keputusan Gubernur Nomor 560/94 Tahun 2017 tertanggal 20 November 2017.

Ganjar tidak mempermasalahkan jika ada sebagian kalangan buruh yang menolaknya dan merasa tidak puas terkait dengan penetapan UMK 2018 untuk 35 kabupaten/kota di Jateng itu.

“Pasti ada yang tidak puas, boleh saja, tapi kemarin kita sudah coba untuk mencari yang paling optimal dengan mengundang pengusaha dan buruh,” ujarnya di Semarang, Selasa (21/11).

Ganjar menegaskan bahwa penetapan UMK 2018 untuk 35 kabupaten/kota berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015.

“Di beberapa tempat ada yang tidak persis, tapi rata-rata melebihi aturan PP, jangan khawatir, tidak ada yang di bawah PP,” katanya.

Politikus PDI Perjuangan itu kemudian mengajak semua pihak yang terlibat untuk mulai membahas penetapan UMK 2019 untuk 35 kabupaten/kota.

“UMK 2019 segera kita bicarakan sekarang, maunya seperti apa? Kalau ada regulasi yang mesti direvisi ya direvisi,” ujarnya.

Menurut Ganjar, jika hal tersebut bisa dilakukan sekarang maka formulasi itu menjadi pegangan bersama agar tiap tahun tidak membicarakan kenaikan UMK di semua daerah.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah Wika Bintang menambahkan, UMK 2018 di 35 kabupaten/kota rata-rata mengalami penaikan 8,71 persen berdasarkan usulan dari bupati/wali kota se-Jateng.

Dalam penentuan nominalnya, masing-masing daerah menggunakan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015, yakni dengan melihat inflasi serta pertumbuhan ekonomi.

“Kenaikan UMK tertinggi di Kota Semarang, sedangkan terendah di Kabupaten Banjarnegara,” ujarnya.

Berikut perincian UMK 2018 di Jawa Tengah:

1. Kota Semarang = Rp 2.310.087
2. Kabupaten Demak = Rp 2.065.490
3. Kabupaten Kendal = Rp 1.929.458
4. Kabupaten Semarang = Rp 1.900.000
5. Kota Salatiga = Rp 1.735.930
6. Kabupaten Grobogan = Rp 1.560.000
7. Kabupaten Boyolali = Rp1.651.650
8. Kota Surakarta = Rp 1.668.700
9. Kabupaten Sukoharjo = Rp 1.648.000
10. Kabupaten Sragen = Rp 1.546.492
11. Kabupaten Karanganyar = Rp 1.696.000
12. Kabupaten Wonogiri = Rp 1.524.000
13. Kabupaten Klaten = Rp 1.661.632
14. Kabupaten Batang = Rp 1.749.900
15. Kota Pekalongan = Rp 1.765.178
16. Kabupaten Pekalongan = Rp 1.721.637
17. Kabupaten Pemalang = Rp 1.588.000
18. Kota Tegal = Rp 1.630.500
19. Kabupaten Tegal = Rp1.617.000.
20. Kabupaten Brebes = Rp 1.542.000
21. Kabupaten Blora = Rp1.564.000
22. Kabupaten Kudus = Rp 1.892.500
23. Kabupaten Jepara = Rp 1.738.360
24. Kabupaten Pati = Rp 1.585.000
25. Kabupaten Rembang = Rp 1.535.000
26. Kota Magelang = Rp 1.580.000
27. Kabupaten Magelang = Rp 1.742.000
28. Kabupaten Purworejo = Rp 1.573.000
29. Kabupaten Temanggung = Rp 1.557.000
30. Kabupaten Wonosobo = Rp1.585.000
31. Kabupaten Kebumen = Rp 1.560.000
32. Kabupaten Banyumas = Rp 1.589.000
33. Kabupaten Cilacap = Rp 1 841.209
34. Kabupaten Banjarnegara = Rp 1.490.000
35. Kabupaten Purbalingga = Rp 1.655.200

(Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Flash- Merapi Alami Kembali Letusan Freatik

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID- Gunung Merapi yang berada di perbatasan DIY dan Jawa Tengah kembali mengalami letusan freatik, Senin (21/5), sekitar pukul 09.38 WIB dengan durasi...
daging sapi

Bulog Bangka Datangkan Ratusan Daging Beku

PANGKALPINANG, SERUJI.CO.ID - Perum Bulog Subdivre Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan mendatangkan 300 kilogram daging sapi beku, untuk mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat selama...

Jepang dan Taiwan Menang Telak di Piala Uber

BANGKOK, SERUJI.CO.ID - Tim favorit Jepang dan Taiwan masing-masing belum menemui kesulitan dan mencatat kemenangan telak pada babak penyisihan grup turnamen bulu tangkis beregu...

Gara-Gara Ayam, Keponakan Tega Bunuh Pamannya Sendiri

GARUT, SERUJI.CO.ID - Polisi menangkap seorang tersangka yang membunuh pamannya sendiri di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Ahad (20/5) siang, yang dipicu masalah menanyakan...

Jangan Takut Gemuk Makan Setelah Sholat Tarawih

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Masyarakat tidak perlu takut gemuk lantaran makan di waktu malam setelah sholat tarawih karena asupan tersebut untuk mengganti energi yang terbuang...