Ganjar Pranowo Minta Pemda Jateng Terapkan Birokrasi Kasual

SEMARANG, SERUJI.CO.ID – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta jajaran humas pemerintah daerah di wilayahnya menerapkan birokrasi yang kasual atau sederhana dalam berkomunikasi dengan masyarakat.

“Pada era saat ini sudah sepatutnya humas tidak gagap teknologi, minimal harus aktif di media sosial agar mudah dijangkau masyarakat karena humas merupakan representasi komunikasi suatu lembaga maupun pemerintahan. Tentunya dengan menggunakan bahasa yang komunikatif, mari lepaskan diri kita dari yang konvensional jadi kasual,” katanya di Semarang, Selasa (18/6).

Mantan anggota DPR RI itu mengatakan, Gaya yang kasual atau sederhana dalam berkomunikasi akan membuat masyarakat merasa pemerintahan tidak kaku dan mudah dijangkau.

“Birokrasi yang kasual akan membuat rakyat ngeklik dengan kita,” kata politikus PDI Perjuangan itu.

Gubernur lalu menceritakan sosok personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), Herman, anggota Humas Polres Purworejo yang kini menjadi artis media sosial dan teladan dalam menyampaikan berbagai program kepolisian kepada masyarakat.

“Kreativitas dan efektivitas itu patut dijadikan contoh oleh lembaga humas seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota se-Jateng,” katanya.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Nasionalisme Kita: Rizal Ramli, Tak berkompromi Dengan Urusan Harga Diri Bangsa

Saat ini Rizal mempersoalkan isu Freeport, kenapa kita beli? kan itu punya kita sendiri setelah berakhir kontrak dua tahun lagi? Lalu orang-orang yang tidak suka pikiran Rizal atau merasa professor pintar atau merasa Rizal oposisi yang iri sama Jokowi, mengolok-olok Rizal sebagai goblok atau pengkhianat atau iri dan dengki atau tidak faham, dan lain sebagainya.

Tragedi Lion JT-610: Urgensi Audit Maskapai Airline untuk Keselamatan Penerbangan

"Secara juridis bila terjadi suatu kecelakaan (accident) pesawat udara dalam kegiatan penerbangan maka Pemerintah juga dapat ditarik menjadi pihak yang harus bertanggungjawab sebagai suatu perbuatan kelalaian dalam melaksanakan kewajiban hukum" -Prof Dr Hasim Purba, SH.MHum

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER