Edarkan Pil Aprazolam, 3 Pemuda Bertato Dicokok Polisi

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID – Jajaran Sat Resnarkoba Polresta Yogyakarta kembali membekuk tiga tersangka pemakai sekaligus pengedar pil Aprazolam. Tiga tersangka itu yakni, Dk (20), Na (21) dan SR (18). Ketiganya merupakan pembuat jasa tato, maka tak heran sekujur tubuh para tersangka ini dipenuhi tato.

Kasat Resnarkoba polresta Yogyakarta, Kompol Sugeng Riyadi mengatakan ketiga tersangka diamankan di dua lokasi berbeda.

“Mereka itu satu kompoltan pengedar Psikotropika antar kecamatan satu kabupaten,” ujar Kompol Sugeng Riyadi kepada SERUJI, Jumat (10/11).

Kronologi penangkapan bermula pada Selasa (7/11) sekitar pukul 11.00 WIB, dimana petugas berhasil mengamankan tersangka DK (20) di wilayah Banguntapan, Bantul.

Dari penggeledahan tersangka DK, petugas mengamankan satu kotak warna putih bertuliskan Aprazolam isi 50 butir ukuran 1 mg. Dan satu kotak lainnya bertuliskan Aprazolam yang berisi uang dua lembar pecahan Rp100 ribu dan satu unit smartphone.

Dari keterangan DK, ia mengaku telah menyerahkan sebagian pil Aprazolam kepada NA (21) dan SR (18). Mendapati keterangan itu, petugas segera bergerak melakukan pengejaran kepada kedua tersangka.

Tak butuh waktu lama, di hari yang sama sekitar pukul 15.30 WIB petugas berhasil membekuk tersangka NA (21) di wilayah Kasihan, Bantul.

Dari penggeledahan tersangka NA, petugas mendapatkan barang bukti satu buah kotak warna putih berisikan 37 butir pil Aprazolam ukuran 1 mg dan satu buah smartphone.

Dengan tertangkapnya NA, petugas segera memburu pelaku berikutnya yakni SR. Dari pengintaian, petugas akhirnya berhasil membekuk tersangka SR di hari yang sama pada pukul 17.20 WIB.

Penggeledahan terhadap tersangka SR, petugas mengamankan satu buah kotak kardus warna putih isi 8 butir pil Aprazolam ukuran 1 mg.

Ketiga tersangka beserta barang bukti saat ini diamankan di Mapolresta Yogyakarta guna penyidikan lebih lanjut.

“Sudah kita kantongi semua identitas Mr X, ia merupakan penyuplai barang haram ke Yogyakarta. Kami yakin mencoba sekuat tenaga untuk bisa membekuk tersangka,” ujar kompol Sugeng.

Diketahui sebelumnya, identitas Mr X terungkap dari hasil penangkapan tiga tersangka yakni, Dk (20), Na (21) dan SR (18). (Hanif/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

5 Gili Paling Indah di Lombok Selain Gili Trawangan

Lombok enggak melulu soal Gili Trawangan karena ada gili-gili lainnya yang enggak kalah menarik untuk dikunjungi.

Orang Lebih Suka Cari Rumah Saat Sedang Bekerja

Berdasarkan traffic pengunjung portal properti Lamudi.co.id, ternyata waktu favorit masyarakat mencari rumah adalah saat di hari kerja, yakni pada hari Selasa hingga Kamis mulai pukul 10.00 pagi sampai 14.00 siang.

Nilai Nadiem Belum Layak Jadi Menteri, Driver Online: Lebih Baik Fokus Besarkan Gojek

Rahmat menilai, Nadiem belum layak menjadi menteri. Contoh skala kecil saja, dalam menjalankan bisnisnya di Gojek, Nadiem belum mampu mensejahterakan mitra nya, para driver online, baik yang roda dua maupun roda empat.

Tidak Larang Demo Saat Pelantikan, Jokowi: Dijamin Konstitusi

Presiden Jokowi menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang ingin dilakukan masyarakat, menjelang dan saat pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih Pilpres 2019, pada tanggal 20 Oktober mendatang.

La Nyalla: Kongres PSSI Merupakan Momentum Mengembalikan Kedaulatan Voters

"Dengan hak suaranya di kongres, voters lah yang akan menjadi penentu hitam putihnya sepakbola negeri ini. Sebab, voters-lah yang memilih 15 pejabat elit PSSI untuk periode 2019-2023. Yaitu Ketua Umum, 2 Wakil Ketua Umum, dan 12 Exco," kata La Nyalla

Rhenald Kasali: CEO Harus Bisa Bedakan Resesi dengan Disrupsi

Pakar disrupsi Indonesia, Prof Rhenald Kasali mengingatkan agar pelaku usaha dan BUMN bisa membedakan ancaman resesi dengan disrupsi. Terlebih saat sejumlah unicorn mulai diuji di pasar modal dan beralih dari angel investor ke publik.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Demokrasi di Minangkabau