Disdik Yogyakarta: USBN Jadi Pertimbangan Kelulusan Siswa

0
73
Ujian Sekolah Berstandar Nasional (foto:istimewa)

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Edy Heri Suasana mengatakan, hasil ujian sekolah berstandar nasional akan menjadi salah satu pertimbangan kelulusan siswa dari satuan pendidikan.

“Selain mempertimbangkan nilai yang diperoleh siswa setiap semester, maka hasil ujian sekolah berstandar nasional (USBN) juga akan menjadi indikator dalam menentukan lulus atau tidaknya siswa dari sekolah,” ucapnya di Yogyakarta, Rabu (28/3).

USBN untuk jenjang SMP digelar pada 9-16 April 2018 dan dilanjutkan pada 23-26 April 2018 untuk ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Hampir semua mata pelajaran yang diajarkan di sekolah akan diujikan dalam USBN, yang meliputi Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, Pendidikan Agama dan Pendidikan Kewarganegaraan.

“Hanya mata pelajaran seperti muatan lokal dan pendidikan jasmani kesehatan yang tidak diujikan dalam USBN,” kata Edy.

Jika siswa tidak bisa mengikuti USBN pada jadwal utama, maka siswa masih bisa mengikuti USBN susulan.

“Namun, jika tidak mengikuti USBN sama sekali, maka siswa bisa dinyatakan tidak lulus,” katanya.

Pada tahun ini, USBN sudah akan menerapkan soal dalam bentuk esai disamping soal pilihan ganda. Komposisi soal pilihan ganda dan esai adalah 90 banding 10.

“Rata-rata akan ada lima soal esai di tiap mata pelajaran,” katanya.

Soal USBN akan berasal dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebanyak 25 persen dan sisanya 75 persen adalah soal dari Kota Yogyakarta.

“Siswa akan mengerjakan soal pilihan ganda di lembar jawab komputer. Sedangkan soal esai dikerjakan di kertas terpisah,” katanya.

Penilaian soal esai akan dilakukan oleh dua penilai, bahkan jika selisih nilai antar dua penilai utama mencapai 20 persen, maka hasil jawaban akan dinilai oleh penilai ketiga.

“Siswa sudah dipersiapkan sejak jauh hari untuk menghadapi USBN maupun UNBK. Sejumlah tes pendalaman materi pun terus dilakukan,” katanya.

Sedangkan UNBK akan digunakan untuk pemetaan kualitas pendidikan di daerah termasuk untuk kebutuhan pendaftaran di jenjang sekolah yang lebih tinggi.

“Namun, UNBK bukan menjadi faktor penentu kelulusan,” katanya. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Dianggap “Loyalis” SBY, Peluang Moeldoko Dampingi Jokowi Bisa Terganjal

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Nama Mantan Panglima TNI, Moeldoko makin santer disebut sebagai salah satu kandidat kuat untuk mendampingi Jokowi sebagai calon wakil presiden (cawapres) ...
IMG_20180324_111527

Optimis Prabowo Menang, Koalisi Gerindra, PAN, dan PKS Mulai Susun Kabinet

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Koalisi Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional menyatakan mengambil langkah maju untuk menyusun rancangan kabinet sejak dini, yang...
Prabowo Subianto

Kantongi Tiket Capres, Gerindra Optimis Prabowo Akan Memenangkan Pilpres 2019

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Partai Gerindra menyatakan ketua umumnya Prabowo Subianto telah memastikan maju dalam pemilihan presiden (Pilpres) tahun 2019. Hal itu setelah koalisi pertai pendukung...

Salah Persepsi di Masyarakat Terkait SKM, Senator Minta Pemerintah Sosialisasi Masif

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Karena adanya persepsi yang keliru ditengah masyarakat, terkait susu kental manis (SKM), anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Fahira Idris meminta Pemerintah...
PERKOSMI Periode 2018-2022

Direktur Unilever Ini Pimpin PERKOSMI Periode 2018-2022

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (PERKOSMI) Pusat resmi melantik pengurus periode 2018-2022 yang dipimpin oleh Sancoyo Antarikso sebagai Ketua Umum. Sancoyo terpilih...