Dinas Pertanian Dorong Petani Gunung Kidul Tanam Kedelai Lokal

0
25
Petani kedelai (foto:istimewa)

GUNUNG KIDUL, SERUJI.CO.ID – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong petani setempat menanam kedelai lokal untuk mengurangi ketergantungan impor.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul Raharjo di Gunung Kidul, Rabu (28/3), mengatakan saat ini, pihaknya menggencarkan pertanian kedelai non-GMO atau kedelai organik di Gunung Kidul.

“Kedelai GMO ini lebih sehat, kalau impor yang selama ini dipakai itu mengandung GMO,” katanya.

Ia mengatakan pertanian kedelai di Gunung Kidul tidak sebagus padi dan jagung.

Padahal, pemkab menggencarkan target dari program upaya khusus (upsus) padi, jagung dan kedelai (pajale).

Minimnya tanaman kedelai di Gunung Kidul, dinilai karena harga jual belum terlalu menguntungkan petani, dan perawatannya cukup sulit. Selain itu, benih lebih susah dicari dibandingkan dengan padi dan jagung.

“Satu kilogramnya harga jual Rp7 ribu. Produktivitasnya pun rendah, hanya 1,2 ton per hektare. Untungnya sedikit sekali, jadi buat petani ini malas untuk menanam kedelai,” katanya.

Pihaknya terus mendorong agar petani menanam kedelai lokal. Kemudahan tanaman kedelai bisa ditanam di mana saja, tidak perlu harus lahan khusus untuk tanaman kedelai, petani bisa menanamnya di pekarangan, bahkan tanah pinggir jalan.

“Jadi ini yang sedang kami tekankan ke para petani. Kalau lahan dipakai untuk tanam padi dan jagung, sempatkanlah untuk tanam kedelai juga di pekarangan samping rumah atau pinggir jalan juga bisa,” katanya.

Saat ini, pihaknya mengajukan tiga ton bibit kedelai ke litbang. Jumlah itu terbilang cukup lumayan mengingat satu hektare lahan bisa digunakan kurang lebih 40 kilogram benih.

Di Gunung Kidul sampai Maret ini sudah memiliki 3.121 hektare lahan. Gunung Kidul memiliki sentra lahan kedelai di Kecamatan Semin, Playen, Semanu, Karangmojo, Wonosari, dan Nglipar.

Untuk memperbanyak tanaman kedelai, Raharjo berharap petani Gunung Kidul mau memanfaatkan pekarangan untuk kedelai.

“Kebutuhan kedelai cukup tinggi karena digunakan bahan dasar tempe dan tahu,” katanya. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Minta Nasihat Kiai, PKS Bersilaturahim ke PWNU Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Jawa Timur melakukan silaturahmi dan meminta nasihat ke Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) setempat sekaligus membahas...

Polres Ngawi Amankan Ribuan Liter Minuman Keras

NGAWI, SERUJI.CO.ID - Petugas Polres Ngawi, Jawa Timur, mengamankan ribuan liter berbagai jenis minuman keras yang siap dijual di wilayah hukumnya hingga membahayakan masyarakat...

Polisi Tangkap Pemuda Mabuk Bawa Dua “Sajam”

BANJARMASIN, SERUJI.CO.ID - Polisi menangkap seorang pemuda berinisial MH (27) warga Desa Ambutun, Kecamatan Telaga Langsat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalsel, karena gerak-gerik...

Muhaimin Iskandar Minta Didoakan Jadi Wapres Pada 2019

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar secara terbuka meminta didoakan para nelayan dan ibu-ibu di Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara,...

Naik Sepeda Motor, Seorang Siswa SMP Tewas Tertabrak Bus

GARUT, SERUJI.CO.ID - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Limbangan menuju Bandung, tepatnya di daerah Cibedug, desa Cigagade. Tabrakan terjadi antara sepeda motor dengan bus...