Dinas Pertanian Dorong Petani Gunung Kidul Tanam Kedelai Lokal

0
78
Petani kedelai (foto:istimewa)

GUNUNG KIDUL, SERUJI.CO.ID – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong petani setempat menanam kedelai lokal untuk mengurangi ketergantungan impor.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul Raharjo di Gunung Kidul, Rabu (28/3), mengatakan saat ini, pihaknya menggencarkan pertanian kedelai non-GMO atau kedelai organik di Gunung Kidul.

“Kedelai GMO ini lebih sehat, kalau impor yang selama ini dipakai itu mengandung GMO,” katanya.

Ia mengatakan pertanian kedelai di Gunung Kidul tidak sebagus padi dan jagung.

Padahal, pemkab menggencarkan target dari program upaya khusus (upsus) padi, jagung dan kedelai (pajale).

Minimnya tanaman kedelai di Gunung Kidul, dinilai karena harga jual belum terlalu menguntungkan petani, dan perawatannya cukup sulit. Selain itu, benih lebih susah dicari dibandingkan dengan padi dan jagung.

“Satu kilogramnya harga jual Rp7 ribu. Produktivitasnya pun rendah, hanya 1,2 ton per hektare. Untungnya sedikit sekali, jadi buat petani ini malas untuk menanam kedelai,” katanya.

Pihaknya terus mendorong agar petani menanam kedelai lokal. Kemudahan tanaman kedelai bisa ditanam di mana saja, tidak perlu harus lahan khusus untuk tanaman kedelai, petani bisa menanamnya di pekarangan, bahkan tanah pinggir jalan.

“Jadi ini yang sedang kami tekankan ke para petani. Kalau lahan dipakai untuk tanam padi dan jagung, sempatkanlah untuk tanam kedelai juga di pekarangan samping rumah atau pinggir jalan juga bisa,” katanya.

Saat ini, pihaknya mengajukan tiga ton bibit kedelai ke litbang. Jumlah itu terbilang cukup lumayan mengingat satu hektare lahan bisa digunakan kurang lebih 40 kilogram benih.

Di Gunung Kidul sampai Maret ini sudah memiliki 3.121 hektare lahan. Gunung Kidul memiliki sentra lahan kedelai di Kecamatan Semin, Playen, Semanu, Karangmojo, Wonosari, dan Nglipar.

Untuk memperbanyak tanaman kedelai, Raharjo berharap petani Gunung Kidul mau memanfaatkan pekarangan untuk kedelai.

“Kebutuhan kedelai cukup tinggi karena digunakan bahan dasar tempe dan tahu,” katanya. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
menhub

Menhub: Cuaca Buruk Belum Mempengaruhi Sektor Penerbangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sektor penerbangan belum terpengaruh kondisi cuaca buruk seperti yang dialami sektor pelayaran, meskipun kewaspadaan tetap...
tewas

Karena Kecelakaan Mobil, Pilot Lion Air Dimakamkan di Madinah

SERANG, SERUJI.CO.ID - Pilot Lion Air Captain Bambang Sugiri yang meninggal karena kecelakaan mobil di Arab Saudi, Sabtu (21/7), akan dimakamkan di Madinah pada...
Tahanan kabur

Dua dari 31 Orang Napi Lapas Doyo Yang Kabur Telah Diamankan

SENTANI, SERUJI.CO.ID - Kapolres Jayapura AKBP Victor Mackbon mengatakan jumlah narapidana yang melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura,...

Untuk Asian Games, PSSI Miliki Dua Bus Baru

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memiliki dua unit bus baru sebagai moda transportasi tim nasional sepak bola Indonesia menjelang bergulirnya...

Dirjen PAS: OTT di Sukamiskin Masalah Serius dan Tak Terduga

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami mengatakan kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)...