Dinas Pertanian Dorong Petani Gunung Kidul Tanam Kedelai Lokal

0
84
  • 4
    Shares
Petani kedelai (foto:istimewa)

GUNUNG KIDUL, SERUJI.CO.ID – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong petani setempat menanam kedelai lokal untuk mengurangi ketergantungan impor.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul Raharjo di Gunung Kidul, Rabu (28/3), mengatakan saat ini, pihaknya menggencarkan pertanian kedelai non-GMO atau kedelai organik di Gunung Kidul.

“Kedelai GMO ini lebih sehat, kalau impor yang selama ini dipakai itu mengandung GMO,” katanya.

Ia mengatakan pertanian kedelai di Gunung Kidul tidak sebagus padi dan jagung.

Padahal, pemkab menggencarkan target dari program upaya khusus (upsus) padi, jagung dan kedelai (pajale).

Minimnya tanaman kedelai di Gunung Kidul, dinilai karena harga jual belum terlalu menguntungkan petani, dan perawatannya cukup sulit. Selain itu, benih lebih susah dicari dibandingkan dengan padi dan jagung.

“Satu kilogramnya harga jual Rp7 ribu. Produktivitasnya pun rendah, hanya 1,2 ton per hektare. Untungnya sedikit sekali, jadi buat petani ini malas untuk menanam kedelai,” katanya.

Pihaknya terus mendorong agar petani menanam kedelai lokal. Kemudahan tanaman kedelai bisa ditanam di mana saja, tidak perlu harus lahan khusus untuk tanaman kedelai, petani bisa menanamnya di pekarangan, bahkan tanah pinggir jalan.

“Jadi ini yang sedang kami tekankan ke para petani. Kalau lahan dipakai untuk tanam padi dan jagung, sempatkanlah untuk tanam kedelai juga di pekarangan samping rumah atau pinggir jalan juga bisa,” katanya.

Saat ini, pihaknya mengajukan tiga ton bibit kedelai ke litbang. Jumlah itu terbilang cukup lumayan mengingat satu hektare lahan bisa digunakan kurang lebih 40 kilogram benih.

Di Gunung Kidul sampai Maret ini sudah memiliki 3.121 hektare lahan. Gunung Kidul memiliki sentra lahan kedelai di Kecamatan Semin, Playen, Semanu, Karangmojo, Wonosari, dan Nglipar.

Untuk memperbanyak tanaman kedelai, Raharjo berharap petani Gunung Kidul mau memanfaatkan pekarangan untuk kedelai.

“Kebutuhan kedelai cukup tinggi karena digunakan bahan dasar tempe dan tahu,” katanya. (Ant/SU02)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
BACA JUGA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU