WONOGIRI, SERUJI.CO.ID – Lebih dari 40 peserta workshop Peningkatan Mutu Pendidikan bagi guru PAUD/TK, pada Selasa (24/10) terpaksa dilarikan ke beberapa rumah sakit di sekitar lokasi workshop sebab mengalami berbagai gejala gangguan kesehatan yang diduga akibat keracunan makanan yang disajikan saat workshop di hari sebelumnya.

Workshop yang berlokasi di Gedung PGRI Wonogiri ini diselenggarakan oleh Persatuan Guru Taman Kanak-kanak (PGTK) Kabupaten Wonogiri dan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI). Workshop tersebut berlangsung selama 2 hari dengan dihadiri 600 peserta.

Malam hari setelah hari pertama pelatihan, banyak para peserta merasakan pusing, mual, muntah dan diare.

Disebabkan pentingnya acara tersebut maka pada hari kedua peserta tetap mengikuti pelatihan meskipun dalam kondisi mengalami gangguan kesehatan, sehingga ditengah acara berlangsung beberapa peserta memeriksakan diri ke RSUD Soediran Mangun Soemarso (SMS) Wonogiri. Kemudian RSUD SMS Wonogiri berinisiatif untuk mendatangi lokasi pelatihan sebab peserta yang mengalami gejala keracunan semakin banyak.

“Sekitar jam 11.00 ada beberapa peserta workshop dengan keluahan mual, muntah dan diare periksa ke RSUD, kemudian pasien yang datang dengan keluhan yang sama semakin banyak, akhirnya tim RSUD datang ke gedung PGRI melakukan pelayanan kesehatan,” Kata Sri Sularati S.Kep Ners, salah satu tim kesehatan yang terlibat dalam penanggulangan Kejadian Luar Biasa tersebut, kepada SERUJI melalui pesan singkat, pada Rabu (25/10).

Melihat kondisi lapangan yang ternyata lebih dari separuh peserta mengalami keluhan tersebut baik yang ringan sampai dengan berat, maka RSUD berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk didatangkan bantuan, sehingga datang bantuan dari PMI dan dari Puskesmas Selogiri.

Penanganan kejadian luar biasa pada salah seorang peserta workshop yang diduga keracunan makanan. (Foto: Zha/SERUJI)

Peserta yang hanya mengalami keluhan ringan cukup diberikan obat, akan tetapi yang mengalami keluhan berat harus dirujuk ke rumah sakit. Sampai berita ini diturunkan terdapat 17 peserta yang harus dirawat di RSUD SMS Wonogiri, 11 peserta rawat inap di RS Marga Husada, 5 peserta rawat inap di RS Mulia Hati, 4 peserta rawat inap di RS Astrini, 1 peserta rawat inap di RS PKU Muhammadiyah dan 1 Peserta rawat inap di RS Amal Sehat.

Adapun peserta yang mengalami keluhan namum tidak sampai rawat inap mencapai ratusan, bahkan yang masih sanggup mengikuti pelatihan sampai akhir tinggal kurang lebih sepertiga peserta dari total peserta yang mencapai 600 orang. (dr.Endang/SU02)

Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan ini, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin. SERUJI berhak untuk membatalkan penayangan hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan.
BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Jiwa Gotong Royong yang Masih Tumbuh Subur

Tempo hari saya tercengang dengan megahnya sebuah masjid di desa Raji,  Demak, Jawa Tengah. Rupanya masjid yang belum selesai di bangun itu sudah menelan...

kebebasan berpikir

Kebebasan dalam Berpikir Hakikat bebas adalah merdeka dari segala hal yang mengikat. Berbicara tentang bebas, kita dapat belajar dari pengalaman komika kenamaan yaitu Ge Pamungkas...
_99517609_gepamungkas_joshuasuherman

Indonesia Darurat Keadilan

Indonesia Darurat Keadilan Salah satu penyebab gagalnya beberapa negara di Afrika di antaranya dalam masalah ketimpangan keadilan, sebut saja di Ethiopia, Zimbabwe dan negara-negara yang...