Cabai Kering, Solusi Atasi Harga Cabai Yang Anjlok

1
161
  • 14
    Shares
Ilustrasi.

BANTUL – Anjloknya harga komoditas cabai rawit merah di pasaran membuat sejumlah petani cabai di Kabupaten Bantul merugi. Salah satu petani cabai di Kecamatan Pundong, Widodo, mengaku dengan harga jual yang rendah, ia memilih untuk tidak memanen cabai merah miliknya.

Bahkan, ia merelakan cabai siap panen di lahan seluas 7×12 meter yang ia tanam untuk dipanen warga yang menginginkan secara gratis. Sebelumnya, ia menanam cabai ini dengan harapan mendapatkan keuntungan besar dengan harga jual yang tinggi.

“Sekitar Juni lalu saya mulai menanam cabai dengan harapan waktu panen harganya naik. Kemarin cabai rawit merah kan pernah menembus sampai Rp 100 ribu per kilogram, sehingga saya tertarik untuk menanam cabai ini,” ungkap Widodo, dihubungi SERUJI, Sabtu (16/9).

Loading...

Namun, giliran tanaman cabai miliknya mulai masuk masa panen, harga komoditas cabai di pasaran justru turun ke level Rp 5-6 ribu per kilogram. Ia mengaku sudah mengeluarkan modal lebih dari Rp2 juta membeli bibit, obat dan pupuk untuk lahan lahan cabai milknya.

“Saya modal habis sekitar Rp 2 juta, pupuk dan obat cabai yang paling mahal. Itu saja tenaga dan air tidak saya hitung,” tandasnya.

loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU