Bulog Optimis Lampaui Target 443 Ribu Ton Beras

BATANG, SERUJI.CO.ID – Perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah, menyatakan optimistis target pengadaan beras sebanyak 443 ribu ton pada 2018 akan terlampaui meski harga komoditas itu di pasaran masih cukup tinggi.

Kepala Bulog Divisi Regional Jateng, Joni Nur Azhari di Batang, Rabu (7/3) mengatakan bahwa pihaknya sebagai operator akan mengamankan kebijakan pemerintah dalam penyerapan gabah maupun beras semaksimal mungkin.

“Kita sebagai orang lapangan harus tetap optimistis dalam upaya mencapai target 443 ribu ton beras pada 2018,” katanya.

Ia mengatakan Bulog akan terus mendorong pada mitra untuk melakukan pembelian gabah ataupun beras dengan harga dan kualitas yang cocok sebagai upaya menambah ketersediaan bahan kebutuhan pokok tersebut.


“Memang yang kita ketahui harga gabah di pasaran masih relatif tinggi, yaitu Rp4.600 per kilogram gabah kering panen (GKP). Kendati demikian, kemungkinan juga masih ada harga yang di bawah pasaran sehingga kita bisa mengambil atau membeli gabah itu,” katanya.

Menurut dia, saat ini pengadaan beras Bulog Jateng sudah mencapai 10 ribu ton sehingga penyerapan komoditas itu bisa terus bertambah seiring sejumlah daerah terjadi panen padi yang baguspada Maret dan April 2018.

“Oleh karena, pada saat masa panen padi itu maka harganya bisa turun sehingga Bulog dapat menyerap gabah milik petani sebanyak-banyak,” kata Joni.

BACA JUGA:  AKSI: Semen Rembang Belum Berproduksi karena Taati Aturan

Menurut dia sebenarnya Bulog sudah melaksanakan fleksibilitas, artinya sudah menaikkan harga beras di atas harga pembelian pemerintah (HPP) Rp7.300 per kilogram.

“Sekarang, kita sudah melakukan pembelian beras hingga Rp8.760 per kilogram. Akan tetapi, fakta di lapangan harga beras masih cukup tinggi dari harga pembelian Bulog itu, lalu kami harus mengikuti harga beras yang berapa lagi?,” katanya.

Ia menyakini ketersediaan beras di Jawa Tengah masih mengalami surplus.

Hanya saja, kata dia, kebutuhan masyarakat terhadap beras tidak hanya terjadi di Jateng saja melainkan juga bisa dari Jawa Barat dan dari provinsi lainnya.

“Kebutuhan masyarakat terhadap beras tidak bisa dibendung. Saya sudah keliling ke Pati dan Sragen dan menjumpai adanya pedagang dari Indramayu (Jabar) melakukan pembelian beras di daerah ini sehingga bahan kebutuhan pokok itu menjadi rebutan dan mengakibatkan harganya tetap tinggi,” katanya.

Ia menambahkan sentra produksi beras antara lain berasal dari Kabupaten Pati, Sragen, Demak, Grobogan, dan eks-Karesidenan Pekalongan. Panen padi di Jateng biasanya bergulir mulai dari Demak, Sragen bagian timur, Pati, Grobogan, dan Pekalongan. (Ant/SU02)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Negeri Bohong

Buruh, Rumah dan Kejahatan Negara

Kementerian kesehatan merilis 6771 KK buang air besar sembarangan di Bekasi. Menjijikkan tentunya. Namun, disebelah kota Bekasi, Kerawang, Luhut Binsar Pandjaitan telah melakukan "topping off" perumahan dan kawasan bisnis Meikarta, dengan nilai projek 20 miliar dolar AS, atau sekitar Rp300 Triliun

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Terpilih Sebagai Ketua Kadin Surabaya, Ali Affandi: Tantangan ke Depan Sangat Komplek

Menurut putra pertama Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattaliti ini, tantangan Surabaya kedepan sangat komplek. Terlebih JP Morgan mengatakan bahwa pada tahun 2020 akan terjadi krisis global. Untuk itu, katanya, Surabaya harus menguatkan diri dan membentengi para pengusaha agar tetap berdaya dan berjaya.

Tegaskan NasDem Tidak Minta-Minta Jatah Menteri, Paloh: Jika Diperlukan Boleh

"Kami tidak pernah minta-minta menteri, tergantung presiden saja; diperlukan NasBem boleh, tidak diperlukan juga tidak apa-apa," kata Paloh

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Kongres V PDIP: Dihadapan Pimpinan Parpol, Mega Isyaratkan Puan Harus Jadi Ketua DPR RI

Mega mengisyaratkan kursi Ketua DPR RI akan diduduki oleh putrinya yang kini menjabat Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Soal Impor Rektor, KSP: Yang Dimaksud Adalah Berkualifikasi Internasional Bukan Harus Asing

Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Yanuar Nugroho menjelaskan, wacana pemerintah tersebut sebenarnya berkaitan dengan kualifikasinya berskala internasional, bukan soal kewarganegaraannya.

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Dewan Pers Ingatkan Media untuk Terus Kawal Janji Politik Yang Dilontarkan Pada Pemilu 2019

Menjelang Pemilu 2019 media sibuk membahas tentang persoalan pemilu, namun setelah pemilu media seakan-akan diam.

Nilai Tidak Etis Parpol Pengusung Prabowo Gabung Pemerintah, Begini Kata Pakar Hukum Tata Negara

Saat Pilpres 2019 saling rebut kekuasaan, lantas saat kalah bergabung ke yang menang. Tidak Etis. Kata pakar HKTN ini.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi