close

Bulog Banyumas Ditargetkan Serap Beras 51.000 Ton

PURWOKERTO, SERUJI.CO.ID – Bulog Banyumas, Jawa Tengah mendapat tugas dari pemerintah untuk menyerap gabah atau beras petani dengan target sekitar 51.000 ton pada tahun 2018, kata Kepala Bulog Subdivisi Regional Banyumas Setio Wastono.

Penyerapan tersebut merupakan merupakan bagian dari kegiatan PSO (public service obligation) untuk memenuhi cadangan beras pemerintah, katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin (22/1).

Kendati demikian, dia mengatakan penyerapan beras PSO tersebut saat sekarang belum dapat dilaksanakan karena harga gabah di tingkat petani masih tinggi.

Dalam hal ini, harga gabah kering panen di tingkat petani saat sekarang mencapai Rp5.600 per kilogram, sedangkan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp3.750 per kilogram.


“Kami masih mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2015 Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah dan Beras,” jelasnya.

Wastono memperkirakan penyerapan beras PSO tersebut baru dapat dilaksanakan mulai akhir bulan Februari atau awal bulan Maret ketika telah memasuki masa panen raya.

Terkait dengan hal itu, dia mengatakan Bulog Banyumas saat sekarang tengah menyeleksi calon mitra kerja pengadaan beras dan komoditas lainnya.

Dengan demikian ketika masa panen raya tiba, kata dia, mitra kerja pengadaan dapat segera diterjunkan untuk membeli gabah dan beras dari petani.

“Meskipun penyerapan beras PSO belum dilaksanakan, kami saat sekarang sudah mulai membeli gabah dan beras melalui pendekatan komersial, yakni dengan harga pasaran,” katanya.

Ia mengatakan hingga saat ini, volume beras yang dibeli Bulog Banyumas melalui pendekatan komersial baru mencapai 70 ton karena harus bersaing dengan pedagang. (Ant/SU02)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Puasa: Detoksifikasi Dalam Kehidupan Bergelimang Racun

Penelitian juga menunjukkan bahwa pada saat puasa kadar DDT didapatkan meningkat dalam feses, urin dan keringat mereka yang sedang berpuasa. Ini lah salah satu manfaat utama puasa dalam bidang kesehatan, detoksifikasi, purifikasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

BPN Tiba di MK, Petugas Tutup Jalan Abdul Moeis

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Aparat gabungan menutup Jalan Abdul Moeis,...

BPN Ajukan Gugatan Sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon...

Polisi Diminta Mengusut Kasus Pembakaran Mapolsek Tambelangan Hingga Tuntas

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa...

Jokowi Nyatakan Terbuka Untuk Bertemu Dengan Prabowo

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi menyatakan dirinya selalu terbuka...

Polisi dan TNI Tutup Jalan Menuju Kantor Kementerian dan MK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Polisi dan TNI masih menutup sejumlah...

Delapan Kompi Gabungan TNI dan Polri Disiagakan di MK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kepolisian menyiapkan delapan kompi pasukan untuk...

TERPOPULER

Viral: Video Prajurit TNI AD Cegah Polisi Keroyok Peserta Aksi 22 Mei

Diduga video tersebut terkait dengan peristiwa unjuk rasa 22 Mei yang berlangsung di Jakarta, namun tidak diketahui dimana lokasi video tersebut diambil.

BPN Undur ke MK, Pengamat: Dulu Mau Bawa 10 Truk Bukti, Satu Pun Tidak Muncul

"Dulu waktu menggugat hasil Pilpres 2014 juga dilakukan hari terakhir. Gembar-gembornya akan membawa 10 truk kontainer bukti kecurangan, ternyata satu truk pun tidak pernah muncul," kata Ari

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi