BPOM Jateng Temukan Makanan Berformalin

0
31
Formalin
Ikan berformalin (ilustrasi)

SOLO, SERUJI.CO.ID – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Jawa Tengah bersama Dinas Perdagangan Kota Surakarta melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Nongko, Solo, Jumat (18/5), dan ada temuan makanan yang mengandung formalin.

Tim BPOM bersama Dinas Perdagangan Surakarta melakukan sidak di Pasar Tradisional Nongko, dan mereka mengambil beberapa sampel untuk dicek laboratorium soal kelayaan makanan yang dijual di pasar itu.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Subagiyo Tim BPOM melakukan sidak untuk pengawasan khusunya makanan di pasar-pasar tradisional pada bulan Ramadhan ini.

Tim saat sidak di Pasar Nongko Solo, kata Subagiyo, ada temuan dari 10 sampel yang sudah diuji oleh petugas laboratorium BPOM, makanan yang mengandung formalin yakni ikan teri nasi.

“Kami segera melakukan koordinasi dengan dinas terkait, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kota Surakarta untuk menindaklanjuti temuan makanan berformalin itu,” kata Subagiyo.

Menurut dia, Dinas Perdagangan tidak memiliki wewenang melakukan penyitaan makanan mengandung formalin itu.

Kendati demikian, pihaknya mengimbau para pedagang dalam menjual makanan yang layak dikonsumsi atau mengandung bahan mengawet kimia untuk masyarakat.

Selain itu, pihaknya juga berharap masyarakat lebih waspada dalam memilih makanan yang sehat untuk dikunsumsi.

“Kami berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Satgas Pangan, Tim Pengendali Inflasi Daerah. TPID setempat dalam mengawasi kelayakan, ketersediaan, hingga harga komoditas pangan di pasar-pasar menjelang Lebaran,” katanya.

Petugas Laboratorium Pangan dan Bahan Berbahaya BPOM Jateng, Tri Nobitarini, menjelaskan, telah mengambil 50 sampel makanan di Pasar Nongko Solo, dan 10 di antaranya, sudah diuji.

Menurut Tri Nobitarini pihaknya dari 10 sampel tersebut menemukan manakan ikan teri nasi mengandung formalin dengan warna ungu saat dimasukan dalam tabung berisi cairan kimia, sedangkan sampel lain sepertu kerupuk mengandung bahan pewarna.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk menghindari membeli makanan yang warnanya mencolok karena ada kemungkinan besar mengandung bahan pewarna. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Cuaca Ekstrim di Srilanka, 3 Tewas

KOLOMBO, SERUJI.CO.ID - Tiga orang tewas dan lebih dari 8.000 orang lagi terpengaruh saat hujan lebat dan angin kencang menerpa seluruh Sri Lanka sejak Sabtu...
tewas

Bencana Tanah Longsor di China, 5 Tewas

BEIJING, SERUJI.CO.ID - Bencana tanah longsor di Kota Chongqing, China, Ahad (20/5), merenggut lima nyawa warga dan melukai seorang. Pemerintah Kota Chongqing mengatakan bahwa lima korban...
tewas

Seorang Warga Aceh Tewas Tertimpa Pohon

LHOKSEUMAWE, SERUJI.CO.ID - Seorang warga di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, diketahui tewas dalam kondisi tertindih reruntuhan bangunan dapur yang ringsek tertimpa pohon yang...
bus

Dishub Bantul Siapkan Ratusan Armada Angkutan Mudik

BANTUL, SERUJI.CO.ID - Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyiapkan 210 armada untuk angkutan pemudik atau warga yang pulang kampung ke daerah itu...

Letusan Freatik Merapi, Desa Kaliurang Alami Hujan Abu

MAGELANG, SERUJI.CO.ID - Kawasan Desa Kaliurang, Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah terjadi hujan abu setelah letusan freatik kecil atau embusan dari Gunung Merapi pada...