BPBD Sleman Jamin Logistik Pengungsi Cukup

0
63
Erupsi Gunung Merapi Jumat (11/5/2018) pagi (foto :twitter@BNPB_Indonesia)

SLEMAN, SERUJI.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menjamin kebutuhan logistik dan obat-obatan di barak-barak pengungsian saat ini tersedia dengan jumlah yang mencukupi.

“Kebutuhan logistik maupun obat-obatan saat ini tersedia mencukupi di barak-barak pengungsian bencana erupsi Merapi sehingga bila nanti terjadi pengungsian semuanya sudah siap,” kata Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Sleman Makwan di Sleman, Sabtu (2/6).

Dia mengatakan saat ini masyarakat lereng Merapi sudah makin sadar situasi dan waspada sehingga mereka akan dengan sukarela mengungsi jika terjadi peningkatan aktivitas Gunung Merapi.

Loading...

“Mereka dengan kesadaran mengungsi secara mandiri saat Merapi bergolak sehingga pemerintah mempersiapkan logistik dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Ia mengatakan pada erupsi freatik yang terjadi beberapa kali dalam dua pekan ini, pemerintah daerah langsung menyiapkan kebutuhan logistik bagi para warga yang mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Tagana langsung menyiapkan makan dua kali, sahur disiapkan selimut dari Dinsos, BPBD ada di lapangan,” katanya.

Selain itu, kata dia, seluruh pemangku kepentingan, baik dinas maupun camat-camat yang berada di lereng Merapi, untuk terus bersiap.

“Kami terus berkonsolidasi untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Kami merespons kemarin ada beberapa kali letusan freatik. Masyarakat geser ke bawah, dan kami langsung siapkan kebutuhan logistiknya,” katanya.

Makwan mengatakan untuk respons warga lereng Merapi terhadap letusan pada Jumat (1/6) malam terjadi pergerakan warga di masing-masing wilayah.

“Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan bergerak ke tempat pengungsian di Balai Desa Glagaharjo. Asal pengungsi Dusun Kalitengah Lor sebanyak 70 jiwa, Dusun Kalitengah Kidul 26 jiwa dan Dusun Srunen dua jiwa. Hingga tadi pagi pukul 08.00 WIB masih terdapat 13 jiwa yang terdiri dari 12 lansia dan satu balita yang masih berada di Balai Desa Glagaharjo,” katanya.

Ia mengatakan warga Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem bergerak ke tempat pengungsian di SD Sanjaya Tritis. Asal pengungsi dari Dusun Turgo 26 jiwa, sedangkan tempat pengungsian berupa rumah warga di Kemiri Kebo asal pengungsi Dusun Ngandong dua jiwa.

“Saat ini warga sudah kembali ke rumah masing-masing,” katanya. (Ant/Su02)

Langganan berita lewat Telegram
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU