Belum Pernah Pasang Sejak 1963, Warga Kirab Garuda Pancasila ke Asrama Mahasiswa Papua


SEMARANG – Karang Taruna Kota Semarang bersama warga Kelurahan Candi, Candisari, Semarang, Jawa Tengah, Kamis, menggelar kirab lambang Garuda Pancasila dan bendera Merah Putih menuju asrama mahasiswa Papua di wilayah tersebut.

Kirab tersebut untuk merayakan Hari Ulang Tahun Ke-72 Republik Indonesia itu mulai dari Balai RW IV menuju Asrama Mahasiswa West Papua yang berjarak sekitar 300 meter, yang sejak berdiri pada tahun 1963 belum pernah memasang lambang negara Garuda Pancasila.

Peserta kirab itu terdiri atas 20 pemuda-pemudi warga setempat, beserta 50 anggota Karang Taruna Semarang yang mengenakan seragam putih, diikuti oleh warga sekitar, dan perwakilan jajaran muspida yang hadir. Sesampainya di Asrama Mahasiswa West Papua, dilakukan upacara penyambutan dan pembacaan Pancasila yang dilanjutkan penyerahan lambang Garuda Pancasila berukuran besar untuk dipasang di depan asrama.

Ketua Panitia Bulan Kemerdekaan RW IV Teguh Irawan menjelaskan keberadaan asrama mahasiswa Papua di wilayah tersebut relatif cukup lama dan selama ini sudah terjalin interaksi yang baik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Modernisasi di Sana Dimulai Dengan Pajak Untuk Pria Yang Berjenggot

Para pria dianjurkan tidak berjenggot. Bagi yang bersikeras tetap berjenggot, mereka dikenakan pajak, sesuai dengan status sosial dan profesi.. Lama saya terdiam mengenang tokoh yang begitu terobsesi membaratkan negaranya: Peter the Great. Soal jenggotpun, ia atur.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik Yang Manusiawi

Pertanyaannya mengapa hasil Islamicity Index berdasarkan arahan kitab suci Alquran hasilnya tak banyak beda dengan World Happiness Index. Pada dasarnya nilai terbaik dari agama Islam, sebagaimana agama lain, jika diuniversalkan, itu sama dengan aneka nilai manusiawi yang dirumuskan oleh peradaban mutakhir. Nilai yang Islami itu ternyata juga nilai yang manusiawi. Itulah ruang publik yang universal yang bisa dinikmati semua manusia, apapun agama dan keyakinannya.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

close