Belasan Warga Kulon Progo Diduga Keracunan Rendang

KULON PROGO, SERUJI.CO.ID – Belasan warga Dusun Kalinongko, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami keracunan diduga akibat menyantap rendang sapi dalam acara hajatan pada Selasa (10/4).

Kasat Reskrim Polres Kulon Progo AKP Dicky Hermansyah di Kulon Progo, Rabu (11/4), mengatakan pihaknya melakukan pendataan terhadap jumlah warga yang keracunan dan mengambil contoh makanan untuk pemeriksaan di laboratorium.

“Rencananya, contoh makanan tersebut akan kami kirim ke Laboratorium Forensik Semarang (Jawa Tengah) guna mengetahui penyebab kejadian keracunan,” kata Dicky.

Ia mengatakan sejumlahl makanan yang diambil untuk diperiksa adalah olahan rendang, acar, dan olahan telur puyuh.

“Kami belum dapat menyimpulkan penyebab keracunan yang menyebabkan belasan warga keracunan,” katanya.

Pada Selasa (10/4), ada 14 orang yang keracunan makanan, dengan gejala mual-mual, muntah dan diare, serta pusing-pusing kemudian dilarikan ke rumah sakit. Sebanyak 12 orang yang keracunan menjalani pengobatan jalan dan dua orang lainnya masih dirawat di RSUD Wates.

Salah satu korban Diah Ayu mengatakan dirinya tidak merasa aneh saat menyantap hidangan hajatan tersebut. Diah mengaku baru merasa mual pada Selasa (10/4) petang hingga akhirnya langsung dilarikan ke rumah sakit.

“Saya makan seperti biasa, tidak merasakan ada yang aneh soal makanannya,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengarahkan Gerakan NKRI Bersyariah

Walau begitu, sekali lagi percayalah bahwa perjuangan Islam politik untuk menjadikan Indonesia sebagai negara Islam tak akan pernah mati. Ia akan terus bermetamorfosa dan tersimpan rapi dalam memori kolektif kelompok Islam politik.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Inilah Tanda Bayi Terkena Penyakit Demam Berdarah

Kenali Demam Berdarah, waspada terhadap anak anda

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Wartawan Dalam Lingkaran Elite Kekuasaan