Bappeda Pekalongan Optimis Turunkan Angka Kemiskinan

PEKALONGAN, SERUJI.CO.ID – Kelompok Bangun Perkotaan bekerja sama dengan Badan Perencana Pembangunan Daerah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menyatakan optimistis mampu menekan angka kemiskinan di daerah itu.

Koordinator KBP Kota Pekalongan Sudjaka Martana di Pekalongan, Selasa (10/4), mengatakan bahwa ada empat faktor yang memengaruhi kemiskinan yaitu karena menganggur, kondisi kesehatan, miskin pendidikan, dan faktor infrastruktur dasar yang belum terpenuhi.

“Kita harus berpikir untuk tiga tahun ke depan terhadap kondisi Kota Pekalongan agar lebih baik dalam menekan angka kemiskinan. Tentunya, kita harus ikhlas menyumbangkan tenaga, waktu, dan pikiran untuk Pekalongan yang lebih baik,” katanya.

Ia mengatakan kehadiran KBP berupaya melakukan penanggulangan kemiskinan serta memberikan pembekalan dan pengetahuan dalam memecahkan masalah, dan mencari solusinya.

Asisten Pembangunan Kota Pekalongan Sri Wahyuni mengatakan pemkot akan selalu menunggu masukan-masukan positif dari KBP untuk kemajuan pembangunan daerah itu.

“Kami berharap dapat masukan dari KBP yang telah peduli untuk membangun Kota Pekalongan yang lebih baik lagi dan kelompok belajar bersama,” katanya.

Ia mengatakan semua unsur masyarakat, pemerintah, akademisi, media, serta lembaga agar dapat memberikan masukan pada pemkot untuk kemajuan pembangunan dan perekonomian di daerah tersebut.

“Mari kita galang bersama untuk memajukan pembangunan daerah dan menekan angka kemiskinan di daerah ini. Dengan kekompakan kami optimistis akan kemikinan di daerah dapat diminimalkan,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER