Bantul Beri Pelatihan Usaha untuk Penyandang Disabilitas


BANTUL, SERUJI.CO.ID – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memberi pelatihan keterampilan usaha para penyandang disabilitas di daerah ini.

“Penyandang disabilitas ringan setiap tahun diberi pelatihan sesuai keterampilan yang dimilikinya,” kata Kepala Seksi Penyandang Disabilitas dan Lansia Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Bantul Irianto di Bantul, Jumat (2/3).

Menurut dia, penyandang disabilitas ringan adalah mereka yang bisa beraktivitas seperti orang umumnya, dan bukan penyandang dengan keterbatasan yang harus membutuhkan bantuan orang lain dalam beraktivitas.

Ia mengatakan, tahun ini rencananya ada dua kali pelatihan keterampilan usaha bagi penyandang disabilitas di lokasi dan waktu yang berbeda. Meskipun begitu jenis pelatihan usaha belum dipastikan karena masih perlu melakukan komunikasi terkait kebutuhan yang diinginkan.

“Kalau yang sudah berjalan biasanya pelatihan olahan pangan dan pembuatan kerajinan tangan. Tempatnya bisa di mana saja, tidak ada aturan,” katanya.

Setelah mendapat pelatihan keterampilan usaha, katanya, para penyandang disabilitas akan mendapat bantuan peralatan usaha agar bisa melanjutkan atau mempraktikkan usaha sendiri usai lulus dari pelatihan.

“Tiap pelatihan pesertanya berjumlah 50 orang dan pelatihan digelar selama dua hari, kemudian dibantu peralatan usaha, karena sesuai aturan tidak boleh ada bantuan modal atau bantuan sosial untuk mereka,” katanya.

Ia menyebutkan total jumlah penyandang disabilitas se-Bantul sekitar 6.000 orang baik kategori ringan, sedang, dan berat, namun mayoritas disabilitas ringan karena bagi yang berat sudah ada bantuan sosial untuk jaminan hidup dari pemerintah.

“Jadi memang masih banyak disabilitas yang belum mendapat pelatihan mengingat keterbatasan peserta setiap tahun. Untuk itu perlu ada pemberdayaan dari desa setempat, misalnya ada dana desa yang dialokasikan untuk difabel,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

close