Bantuan Kemanusiaan kepada Pengungsi Dlepih Sudah Mengalir

0
104
Posko kesehatan RSUD Wonogiri
Posko kesehatan RSUD Wonogiri yang menyediakan layanan observasi pasien. (Foto: dr. Alba Azizi)

WONOGIRI, SERUJI.CO.ID – Kepedulian pada sesama yang merupakan nilai-nilai luhur yang perlu dilestarikan bisa terlihat pada antusiasme masyarakat Wonogiri dalam menyikapi saudaranya yang tertimpa musibah.

Bantuan kemanusiaan kepada ribuan pengungsi akibat bencana tanah longsor yang terjadi pada Selasa (28/11) di desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri, Jawa Tengah mulai mengalir sejak pasca kejadian.

“Ada ribuan paket bantuan dari 200-an instansi dan berbagai organisai profesi diantaranya Ikatan Apoteker Indonesia( IAI), Persatuan Perawat Nasional indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI)”, kata petugas kesehatan dr. Alba Azizi di posko pengungsian kepada SERUJI melalui ponselnya, Kamis (1/12).

Loading...

Kebutuhan jamban merupakan hal yang sangat krusial bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. Pemenuhan kebutuhan tersebut ditangkap oleh HAKLI dengan membuatkan jamban sementara.

“Dari HAKLI bahkan membuatkan jamban sementara sebanyak 20 di 2 posko,” ujarnya.

Pengungsi juga banyak yang mengalami gangguan kesehatan, maka Puskesmas Tirtomoyo 2 selaku penanggung jawab kesehatan di wilayah tersebut bekerjasama dengan RSUD Wonogiri mendirikan posko kesehatan gratis.

“Sampai dengan Jumat malam ada sekitar 420-an pasien di 2 posko, Penyakit terbanyak batuk pilek, pusing, diare dan gatal-gatal,” ungkap dr. Alba yang ditugasi menjadi korlap kesehatan di 3 posko.

Tidak hanya rawat jalan, kepedulian tenaga kesehatan pada nilai-nilai kemanusiaan ditunjukkan pula dengan memberikan pelayanan rawat inap, contohnya RSUD Wonogiri telah mendirikan rawat observasi.

“Apabila ada pasien yang membutuhkan pengawasan ketat dari tenaga kesehatan yang kompeten, maka pasien dipersilakan untuk berbaring di tempat tidur yang disediakan RSUD. Di posko pengungsian juga ada pos dari RSUD yang menyediakan rawat observasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, hujan yang turun dengan intensitas tinggi dari Senin (27/11) hingga Selasa (28/11) telah menimbulkan dampak yang cukup serius di wilayah Kabupaten Wonogiri.

Sampai Selasa (28/11) pukul 21.00 sudah tercatat 21 desa terdampak banjir dan 11 desa terdampak longsor. (dr. Endang/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama