Antisipasi Kebakaran Hutan dan Perkebunan, Warga Diminta Waspadai Kemarau

BANTUL – Pelaksana Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Dwi Daryanto, menyatakan, puncak musim kemarau tahun 2017 ini terjadi pada bulan Sepember hingga Oktober mendatang. Dirinya menghimbau warga yang berada di kawasan perhutanan untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya kebakaran lahan dan pekarangan.

Dwi Daryanto menjelaskan kepada SERUJI, Sabtu (9/9), beberapa wilayah yang masuk dalam daerah rawan kebakaran lahan meliputi Kecamatan Pundong, Dlingo dan Imogiri. Di wilayah-wilayah tersebut sebagian besar terdapat hutan rakyat dan lahan pekarangan yang cukup luas. Banyaknya daun dan ranting-ranting pohon yang kering dapat menjadi pemicu terjadinya kebakaran lahan.

“Jadi ini kan puncak-puncaknya musim kemarau, sehingga kami menghimbau kepada seluruh warga masyarakat yang kebiasannya membakar sampah mohon sebelum sampah itu padam tetap ditunggu dan diawasi. Sehingga tidak merembet ke lahan yang lain,” ungkap Dwi Daryanto.

Ia manambahkan, pada puncak musim kemarau juga biasa dibarengi dengan angin kencang sehingga dapat memicu kebakaran semakin meluas. Guna mengantisipasi kebakaran semakin meluas, lanjut Dwi, warga diharapkan untuk melokalisir dengan membuat pembatas di sekitar lokasi pembakaran.

“Sebelum membakar sampah sebaiknya membersihkan ranting atupaun daun yang bisa menyebabkan kebakaran meluas. Kalau di sekitar lokasi pembakaran dibersihkan dulu maka api tetap terlokalisir,” tambahnya.

Sementara itu, data di BPBD Bantul hingga akhrir Agustus 2017 mencatat, kejadian kebakaran di wilayah Kabupaten Bantul mencapai 62 kasus. Dua kasus terakhir kebakaran lahan terjadi pada 27 Agustus di Desa Srimulyo Piyungan dan 26 Agustus di Desa Seloharjo Pundong. Sedangkan, kasus kebakaran pada rumah tinggal paling banyak terjadi di wilayah perbatasan dengan Kota Yogyakarta, yakni wilayah Kecamatan Banguntapan, Sewon dan Kasihan.

Dengan semakin sering terjadinya kasus kebakaran terutama lahan perhutanan dan juga perkebunan di Kabupaten Bantul, tentu hal ini menjadi peringatan serius kepada masyarakat selalu waspada dan juga tanggap apabila terjadi kebakaran didaerahnya (Hanif/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close