Angka Kemiskinan di Kulon Progo Meningkat

KULON PROGO, SERUJI.CO.ID – Angka pengangguran di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami penurunan dari 3,2 persen menjadi 1,9 persen, tapi disisi lain angka kemiskinan masih di atas 20 persen.

“Penurunan pengangguran di Kulon Progo tidak berbanding lurus dengan angka kemiskinan yang masih tinggi,” kata Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo di Kulon Progo, Rabu (31/1).

Menurut dia, tingginya kemiskinan disebabkan oleh tingginya pendapatan perkapita yang ditetapkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yakni Rp312 ribu perkapita perbulan. Angka ini sangat tinggi dibandingkan dengan Gunung Kidul sebesar Rp270 ribu perkapita perbulan. Sehingga kemiskinan di Gunung Kidul turun hingga 16 persen, dan Kulon Progo sebesar 20 persen.

Pada saat pendapatan perkapita Gunung Kidul dan Kulon Progo sama-sama sebesar Rp260 ribu sampai Rp270 ribu perkapita perbulan, angka kemiskinannya tidak jauh.

“Kenaikan pendapatan perkapita Kulon Progo dinaikan, karena Kulon Progo lebih konsumtif. Hal ini kesalahan kita, belum kaya tapi sudah konsumtif. Kalau batas pendapatan perkapita diturunkan, maka kemiskinan hanya 16 persen,” katanya.

Hasto mengatakan berdasarkan data BPS, Kulon Progo lebih konsumtif, bisa dilihat dengan banyaknya warga yang membeli mobil dan motor. Adanya pembangunan bandara menyebabkan angka konsumsi meningkat, sementara angka produksi belum naik.

“Hidup sederhana dengan tidak konsumtif, sehingga memiliki tabungan,” harapnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kulon Progo Eko Wisnu Wardhana mengatakan angka pengangguran di wilayah ini memang menurun dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2015 angka pengangguran di Kulon Progo sebesar 3,4 persen, 2016 sebesar 2,34 persen, sementara untuk 2017 sebesar 1,99 persen, Melihat angka pengangguran tahun lalu, kata Eko dapat diartikan bahwa dari setiap 100 orang angkatan kerja dua orang di antaranya menganggur.

“Upaya itu sudah kita lakukan sejak dua tahun yang lalu, kemudian 2017 kita melihat data anak yang akan lulus sekolah. Kita akan ketahui nantinya anak yang ingin bekerja berapa dan yang tetap melanjutkan sekolah ada berapa. Itu pendataan yang kita lakukan,” kata Eko. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Umat Islam Harus Menangkan Pilpres dan Pileg

Mengingat betapa pentingnya momentum Pemilu 17 April 2019, maka umat Islam harus benar-benar berjuang dan mempunyai komitmen untuk dapat memenangkan pertarungan politik baik untuk Pilpres maupun Pileg yaitu memilih calon Paslon Presiden/Wapres serta Caleg yang didukung oleh Partai Politik yang memang punya komitmen berjuang dan keberpihakan untuk kepentingan Umat Islam dalam semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

TERPOPULER