50 Lebih BUMDes Ber-Omzet Lebih dari Rp 500 Juta

0
83
  • 4
    Shares
BUMN Talk
BUMN Talk di Kota Solo, Jateng, Senin, 13/11/2017. (Foto: Vita Kurnia/SERUJI)

SOLO, SERUJI.CO.ID – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mencatat ada 18 ribu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Indonesia pada tahun 2016.

Jumlah tersebut meningkat pada tahun 2017.

“Hingga Oktober 2017 ada 22 ribu BUMDes,” ujar Sekjen Kemendes PDTT Anwar Sanusi saat menghadiri acara BUMDes Talk di Kota Solo, Senin (13/11).

Anwar mengatakan dari jumlah tersebut, terdapat 50 lebih BUMDes yang mencatatkan prestasi luar biasa. Mereka berhasil menghasilkan omzet lebih dari Rp 500 juta per tahun.

“Misalnya Desa Ponggok yang menghasilkan Rp 12 miliar per tahun dan Desa Karangrejek (Gunung Kidul) yang omzetnya Rp 700 juta per tahun,” jelas Anwar.

BUMDes yang berhasil, lanjutnya, otomatis akan menekan urbanisasi atau perpindahan penduduk dari desa ke kota.

“Lantaran tenaga kerja di desa bisa terserap maksimal,” imbuhnya.

Selain itu berhasilnya pengelolaan BUMDes mampu membangun kemandirian. Perekonomian di pedesaan pun meningkat.

Dalam acara BUMN Talk yang mengangkat tema “Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Melalui BUMDes” itu Anwar berpesan agar BUMDes tidak setengah hati mengalokasikan dana desa untuk pengembangan BUMDes.

Acara BUMDes Talk dihadiri kurang lebih 100 pengelola BUMDes di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Forum ini diharapkan mampu membangun komunikasi dan diskusi antar pengelola BUMDes.

“Pengetahuan itu harus ditularkan dari yang sudah berhasil, bagi yang mulai berusaha,” ungkap dia. (Vita Kurnia/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU