145 Bidan PTT Diangkat Menjadi PNS di Kabupaten Wonogiri

WONOGIRI – Senin, 13 Maret 2017 di depan Gedung Graha Personalia BKD Wonogiri tampak keceriaan menghiasi rona wajah 145 bidan PTT (Pegawai Tidak Tetap) yang diangkat menjadi PNS di wilayah Kabupaten Wonogiri. Mereka melakukan pemberkasan dalam rangka usulan penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP). Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 7 tahun 2013 yang dimaksud dengan bidan PTT adalah bidan yang bukan pegawai negeri, diangkat oleh pejabat yang berwenang pada fasilitas pelayanan kesehatan, untuk selama masa penugasan.

Seminggu sebelumnya bidan PTT yang akan diangkat jadi PNS tersebut sudah mendapat pengarahan di pendopo rumah dinas bupati sekaligus melakukan registrasi ulang dalam rangka penetapan nota persetujuan Nomor Induk Pegawai (NIP).

Berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara nomor 07 tentang penetapan kebutuhan PNS dari program PTT Kementerian Kesehatan di lingkungan pemerintah provinsi/kabupaten/kota tahun 2017 maka Pemerintah Daerah Kabupaten Wonogiri mengangkat 145 Bidan PTT menjadi PNS.

Pada bulan Juni tahun 2016, Kabupaten Wonogiri mengirimkan 161 bidan PTT untuk melakukan tes seleksi penerimaan CPNS dari jalur PTT dengan metode CAT (Computer Assisted Test). Namun yang lolos seleksi hanya 145 bidan, sementara 16 bidan tidak lolos seleksi dikarenakan usianya per Juni 2016 sudah lebih dari 35 tahun.

“Sejak bulan juni 2016 saya dag dig dug menunggu pengumuman pengangkatan bidan PTT menjadi PNS,” kata salah satu bidan PTT yang lolos seleksi, bidan Hanani kepada SERUJI. Tetapi beliau menyayangkan temannya sesama Bidan PTT yang tidak lolos seleksi hanya karena umurnya diatas 35 tahun.

“Iya kasihan, padahal masa kerjanya sama dengan mbak Hanani tapi hanya karena umurnya diatas 35 tahun membuat beliau tidak diangkat jadi PNS,” timpal bidan Tri Maryani, seorang peserta bidan PTT yang diangkat jadi PNS juga.

Mereka bercerita bahwa pengangkatan bidan PTT menjadi PNS sudah lama diperjuangkan oleh organisai IBI (Ikatan Bidan Indonesia), bahkan beberapa tahun yang lalu merekapun ikut demo ke Jakarta demi mewujudkan cita-citanya. Perjuangan mereka berbuah manis walau masih ada ganjalan karena rekan bidan PTT yang usianya diatas 35 tahun tidak bisa menikmati keceriaan seperti yang mereka rasakan. Dan IBI sekarang sedang melanjutkan perjuangan agar bidan PTT yang umurnya diatas 35 tahun bisa diangkat jadi
PNS. (dr. Endang Sulistyowati)

EDITOR: Iwan Y

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Diserbu Penumpang, Tarif Kapal Pelni Kendari-Jakarta Hanya Rp529 Ribu

Kebetulan harga tiket kapal laut milik Pelni masih relatif murah. Untuk penumpang dewasa dari Kendari hingga Tanjung Priuk, Jakarta Utara hanya dibanderol Rp529 ribu, termasuk tiket kapal super ekspres Jetliner Kendari-Baubau hanya Rp100 ribu perpenumpang.