Warga Cianjur Diimbau Laporkan Penderita Gangguan Jiwa

0
45
orang gangguan jiwa (ilustrasi)

CIANJUR, SERUJI.CO.ID – Wakil Bupati Cianjur, Jawa Barat, Herman Suherman mengimbau warga untuk melaporkan bila mengetahui ada penderita gangguan jiwa di sekitar lingkungan masing-masing agar mendapatkan penanganan dan perawatan yang layak dan bebas dari pasungan.

“Selama ini banyak warga yang menderita gangguan jiwa mendapatkan perlakuan tidak manusiawi seperti dipasung, dirantai dan dikurung di dalam kamar yang gelap karena dianggap menganggu,” ucapnya kepada wartawan di Cianjur, Selasa (13/2).

Dia mengimbau kalau ada keluarga atau tetangganya yang dipasung atau menderita gangguan jiwa segera dibawa ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit karena biayanya akan digratiskan.

Pihaknya akan memanggil Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Cianjur, untuk membahas persoalan terkait penanganan penderita gangguan jiwa di Cianjur, agar tidak ada lagi yang dipasung.

“Kami sangat mengapresiasi Komunitas Sehat Jiwa (KSJ) yang fokus menangani penderita gangguang jiwa di panti yang mereka sediakan. Kami juga akan berkoordinasi dengan Bupati Cianjur, agar dapat membantu komunitas tersebut,” katanya.

Bahkan pemkab akan membantu pembebasan penderita gangguan jiwa yang dipasung keluarganya dan melakukan edukasi sehingga tindakan pemasungan tidak lagi dilakukan dengan dalih apapun.

Sementara Relawan KSJ, Yuli Hendrika Sugiharti, mengatakan, perlu komitmen dari pemerintah dalam menangani persoalan penanganan penderita gangguan jiwa di wilayah tersebut. Pihaknya berharap fasilitas kesehatan yang ada dapat menangani kasus darurat kejiwaan.

Cianjur tambah dia, harus memiliki pusat pelayanan kesehatan jiwa karena penderita gangguan jiwa di Cianjur cukup banyak, mulai dari kategori biasa hingga berat serta diperlukan perubahan pola pandang warga terhadap penderita gangguan jiwa.

Karena dianggap aib atau malu karena anggota kkeluarga mereka mengalami gangguan jiwa, pihak keluarga terpaksa memasung atau menyembunyikan anggota keluarganya di dalam ruangan layaknya penjara dan hal tersebut sudah harus dihentikan, katanya. (Ant/SU02)

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama