Wali Kota Sukabumi: Berita Hoax Hambat Pembangunan Masyarakat

SUKABUMI, SERUJI.CO.ID – Wali Kota Sukabimi M Muraz mengatakan dampak dari beredarnya berita-berita hoax atau palsu ternyata bisa menghambat pembangunan baik di daerah maupun pusat.

“Hoax identik dengan fitnah yang isi konten beritanya tidak rasional dan meresahkan. Akibatnya bisa mengganggu pembangunan di masyarakat,” katanya di Sukabumi, Jumat (16/3).

Menurut dia, berita hoax tersebut selain bisa menghambat pembangunan insfrastruktur, juga mengakibat pembangunan jiwa dan mental masyarakat pun ikut terganggu akibat keresahan yang ditimbulkan oleh berita hoax tersebut.

Maka dari itu, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar dalam menerima informasi, isu maupun berita di media sosial agar lebih bijak menerimanya dan tidak mudah terprovokasi serta terlebih dahulu mengklarifikasi dan mengorek kebenarannya.

Dampak dari berita hoax cukup besar, bahkan Kota Sukabumi pun pernah menjadi korbannya. Namun, Pemkot Sukabumi berterima kasih kepada jajaran Polres Sukabumi Kota dengan cepat tanggap melakukan pencegahan bahkan penangkapan kepada pelaku penyebar berita hoax di media sosial.

“Media sosial merupakan tempat untuk bersilaturahmi bukan dijadikan ajang tempat untuk menebar fitnah seperti menyebarkan isu, berita maupun informasi hoax sebab bisa meresahkan berbagai elemen masyarakat bahkan terjadi perpecahan,” tambah Muraz.

Sementara, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro mengatakan pihaknya terus memantau segala aktivitas warga internet (warganet) di media sosial yang tujuannya untuk memberikan pengertian kepada nitizen agar tidak mudah terprovokasi apalagi sampai ikut-ikutan menyebarkan berita hoax.

Selain itu, pihaknya juga tidak segan bertindak tegas kepada warganet yang menyebarkan fitnah, ujaran kebencian dan berita hoax di media sosial atau dalam bentuk apapun di dunia maya.

“Bukti ketegasan kami yakni melakukan penangkapan kepada warganet asal Sukabumi yang telah menyebarkan fitnah dan ujaran kebencian di media sosial,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER