Wakil Ketua MPR Imbau Hindari Situasi Saling Curiga

SOREANG, SERUJI.CO.ID – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid meminta semua pihak tidak terjebak dalam suasana saling curiga karena akan memberikan pengaruh buruk terhadap kehidupan nasional.

Berbicara dalam acara sosialisasi empat pilar MPR RI di Soreang, Kabupaten Bandung, Ahad (4/2), Hidayat Nur Wahid mengatakan untuk mencegah suasana seperti itu maka upaya memberikan pemahaman tentang peran setiap elemen bangsa dilakukan melalui salah satunya adalah sosialisasi konsep empat pilar.

Ia mengatakan setiap elemen bangsa memiliki peran yang penting dalam mencapai kemerdekaan, termasuk kalangan ulama dan santri.

Karena itu Hidayat Nur Wahid mengatakan jangan sampai ada pengertian bahwa ada elemen takut kepada keindonesiaan.

Demikian pula sebaliknya jangan ada elemen yang takut terhadap Islam karena khawatir tak setuju dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Maka penting untuk memahami relasi umat Islam dan NKRI, tidak ada yang phobia pada negara bila memahami itu, juga di lain pihak jangan Islamophbia, karena tidak paham dengan peran dalam kemerdekaan Indonesia,” kata Wakil Ketua MPR RI.(Ant/SU02)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Islam Simbolik dan Islam Substantif: Problema Nilai Islamisitas dalam Politik Indonesia

Bagi saya, Habib Rizieq Shihab masih kurang radikal karena ia tidak memiliki ide original tentang negara nomokrasi Islam, yang menurut Thahir Azhary (1995) sebagai negara ideal atau negara siyasah diniyah dalam konsepsi Ibnu Khaldun (1849). Pengetahuannya tentang Kartosoewirjo yang pernah mendirikan Negara Islam Indonesia di Jawa Barat tahun 1949 juga sangat minim sehingga jika dipetakan, ia hanyalah tokoh pinggiran dalam proses revolusi Islam yang kini sedang berproses di Indonesia.

Konsisten Kemaruk Kekuasaan

GOLPUT: Halal Versus Haram, dan Gerakan Ayo Memilih

Di tahun 2019, kita mencatat ikhtiar gerakan anti Golput yang unik di Indonesia. Promotornya Jeune and Raccord Communication. Tiga anak muda memulai gerakan ini: Monica JR, Riries Puri, Arie Prijono.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER