Volume Sampah di Karawang Meningkat

KARAWANG, SERUJI.CO.ID – Tumpukan sampah pada sejumlah titik sekitar perkotaan Kabupaten Karawang, Jawa Barat meningkat menyusul tinggi volume sampah selama bulan suci Ramadhan ini.

“Timbunan sampah fluktuatif. Sedangkan volume sampah selama Ramadhan relatif meningkat,” kata Kepala Bidang Kebersihan Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan setempat Nevi Fatimah saat dihubungi di Karawang, Selasa (22/5).

Volume sampah pada sejumlah daerah sekitar Karawang meningkat pada bulan suci Ramadhan, karena cukup banyak masyarakat yang membuka usaha takjil selama Ramadhan.

Faktor itu menjadi salah satu penyebab peningkatan volume sampah di Karawang. Seiring dengan itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan setempat tidak mampu mengangkut seluruh sampah dari tempat pembuangan sementara ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalupang.

Selain mengakibatkan penumpukan sampah di tempat pembuangan sementara atau TPS, sampah-sampah juga berceceran di sejumlah TPS liar di wilayah perkotaan Karawang.

TPS-TPS liar itu terlihat di sejumlah titik sepanjang sisi saluran irigasi mulai Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat hingga daerah sekitar Warung Bambu, Karawang Timur.

Namun saat ditanya jumlah peningkatan volume sampah selama Ramadhan, Nevi mengaku tidak mengetahui secara pasti.

“Peningkatan volume sampah memang terjadi. Tapi persentase peningkatannya belum bisa diperkirakan,” kata dia lagi.

Selama ini, sesuai dengan catatan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang, volume sampah di daerah tersebut mencapai 1.000-1.200 ton per hari.

Sedangkan sampah yang terangkut dari TPS ke TPA Jalupang hanya 500-600 ton per hari. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.