Tim SAR Sukabumi Temukan Jasad Tenggalam di Pantai Karanghawu


SUKABUMI, SERUJI.CO.ID – Tim SAR gabungan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat berhasil menemukan jasad warga asal Bogor, Jabar Bagas Pramudia (15) yang hilang tenggelam di Pantai Karanghawu pada Sabtu, (31/3).

“Korban yang merupakan pelajar SMPN 2 Kabupaten Bogor ditemukan sekitar 50 meter dari lokasi pertama kejadian di Pantai Karanghawu, Kecamatan Cisolok,” kata Komandan Tim Basarnas Pos Sukabumi Boby Yonarta di Sukabumi, Ahad (1/4).

Informasi yang dihimpun, jasad pelajar yang merupakan wisatawan asal Bogor tersebut ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB pada Ahad (1/4). Saat ditemukan jasad korban dalam keadaan tertelungkup mengapung di tengah laut yang dikenal memiliki gelombang tinggi dan berkarang.

Tim SAR yang bersiaga sejak pagi, langsung mengevakuasi jasad Bagas dan dilarikan ke RSUD Palabuhanratu untuk dilakukan visum et refertum. Pada tubuh remaja tersebut ditemukan beberapa luka lecet yang diduga terbentur bebatuan karang saat tubuhnya terombang ambing di tengah laut.

“Dengan ditemukannya jasad korban kecelakaan laut tersebut maka operasi SAR ditutup dan untuk jenazah sudah dibawa pihak keluarga untuk dikebumikan di kampung halamannya,” tambah Ketua Forum Koordinasi SAR Daerah Kabupaten Sukabumi Okih Pajri Assidiqie.

Sebelumnya, almarhum Bagas Pramudia berwisata ke Pantai Karanghawu bersama rekan-rekannya. Saat berenang di tengah laut remaja tersebut ditemani oleh dua orang rekannya, namun tiba-tiba datang ombak besar yang langsung menggulung ketiga remaja itu.

Dua orang rekannya berhasil diselamatkan petugas Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Sukabumi. Tapi sayang Bagas tidak berhasil diselamatkan dan jasadnya hilang tenggelam di laut selatan Jabar ini. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Modernisasi di Sana Dimulai Dengan Pajak Untuk Pria Yang Berjenggot

Para pria dianjurkan tidak berjenggot. Bagi yang bersikeras tetap berjenggot, mereka dikenakan pajak, sesuai dengan status sosial dan profesi.. Lama saya terdiam mengenang tokoh yang begitu terobsesi membaratkan negaranya: Peter the Great. Soal jenggotpun, ia atur.

Ruang Publik yang Manusiawi bersama Pancasila

Indeks dalam konteks ini telah berhasil mengucapkan sayonara pada ide sekularisme.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close