Tenaga Kerja Ilegal Asal China Marak di Cianjur, Wabub Akan Tindak Tegas

25
1970
WNA China dan Taiwan yang ditangkap di Surabaya karena melakukan penipuan online. (foto:istimewa)

CIANJUR, SERUJI.CO.ID – Wakil Bupati Cianjur, Jawa Barat, Herman Suherman, mendapat banyak laporan terkait maraknya Tenaga Kerja Asing (TKA) asal negara China di wilayah tersebut, sehingga pihaknya mendorong pemeriksaan dilakukan ke sejumlah perusahaan.

Dia menjelaskan, penindakan tidak sampai berhenti hanya sekali, namun harus berkelanjutan agar memberikan efek jera dan pembelajaran pada perusahaan agar tidak mempekerjakan TKA yang tidak memiliki dokumen resmi.

“Harapan kami dengan aksi tim gabungan Pora beberapa hari lalu, menjadi pertimbangan perusahaan yang ada di Cianjur, untuk mempekerjakan TKA tanpa dokumen. Saya banyak mendapat laporan terkait maraknya pekerja asing di Cianjur,” katanya di Cianjur, Rabu (30/11).

Dalam waktu dekat, tutur dia, pihaknya akan memanggil semua pihak, baik imigrasi, Disnakertrans dan perusahaan yang terdata mempekerjakan TKA, untuk mengantisipasi keberadaan TKA ilegal di Cianjur.

“Keberadaan TKA ilegal harus diungkap agar semua sesuai dengan aturan. Kami akan tindak tegas perusahaan yang mempekerjakan TKA ilegal sesuai aturan,” katanya.

Seperti diberitakan Tim Pora yang terdiri dari Imigrasi, TNI/Polri, dinas terkait di Pemkab Cianjur, mengamankan lima orang TKA ilegal asal China dari perusahaan tambang di Kecamatan Cikalong Kulon, Selasa (28/11).

Kelima WNA tersebut tidak memiliki dokumen resmi untuk bekerja, bahkan dua orang diantaranya tidak bisa menunjukan parport. Tertangkapnya kelima orang tersebut berdasarkan hasil penyelidikan atas banyaknya informasi yang masuk terkait keberadaan TKA ilegal di Cianjur.

Saat hendak ditangkap TKA tersebut sempat melarikan diri, namun atas kesigapan tim dibantu warga sekitar, lima orang warga asing itu berhasil diamankan dan selanjutnya dibawa ke Kantor Imigrasi Sukabumi, untuk ditindaklanjuti. (Ant/SU01))

Komentar

BACA JUGA
Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Harap Polisi Usut Tuntas Kasus Kekerasan Pada Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Terkait kasus penganiyaan terhadap ulama atau tokoh agama, Khofifah Indar Parawansa menyesalkan hal itu dan berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas...

Ini Tiga Hal Yang Dibahas Dalam Rapat Rektor Kampus Negeri se-Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Rektor kampus negeri se-Jawa Timur berkumpul di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (20/2), untuk membahas perkembangan terakhir SNMPTN 2018, masalah penomoran...
IAIN Langsa

Rektor IAIN Langsa: Negara dan Presidennya Sama, Tapi Kenapa Kenyataan Sosialnya Beda

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Zulkarnaini, MA mengatakan masyarakat Indonesia belum merasakan kehidupan atau kenyataan sosial...

Jika Menang Pilgub, Puti Guntur Janjikan Pendidikan Gratis

MALANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno saat ini tengah fokus mengampanyekan berbagai program untuk...
Puti ke Gereja

Kunjungi Keuskupan Gereja Katolik, Puti Guntur Sampaikan Komitmen Kebangsaan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno berkunjung ke Gereja Katolik Keuskupan Kota Malang, Selasa (20/2). Turut mendampingi Sekretaris DPD PDIP...
loading...
IMG_20180220_212008

Pasukan Dayak dan Banser Sepakat Bertemu, Ada Apa..?

Kotawaringin Barat - Sejumlah anggota Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) , anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) serta anggota Aliansi Pemuda Dayak (APD) Kabupaten...
20180215_133823

SMA Negeri 1 Merbau Melakukan Aksi Hari Hijab Massal

Para siswa perempuan berbaris dengan rapi di Jalan DI. Panjaitan, sambil senyum-senyum siswa-siswa perempuan SMA Negeri 1 Merbau pawai hijab massal. Dengan membawa spanduk...
019786100_1439819451-ilustrasi-penghinaan-1

Hukum Menghina Bagi Muslim, Masihkah Perlu KUHP?

Undang-undang masalah penghinaan pada presiden/pejabat negara dan wakil rakyat menjadi pembahasan yang sangat menarik di masyarakat. Bahkan menjadi kerancuan manakah antara hinaan dan kritikan....