Tanah Longsor di Sukabumi Rendam Tiga Hektar Sawah

SUKABUMI, SERUJI.CO.ID – Bencana banjir bandang dan longsor melanda wilayah selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat tepatnya di Kecamatan Nyalindung sehingga menyebabkan rumah dan sawah terendam.

“Bencana banjir bandang terjadi di Kampung Ciurug, RT 02/10, sedangkan longsor terjadi di Kampung Ciseupan, RT 03/09, Desa Wangunreja,” kata Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Eka Widiaman, di Sukabumi, Rabu (7/3).

Kedua bencana tersebut dipicu karena hujan deras yang turun sepanjang hari sejak Selasa (6/3) yang menyebabkan sungai yang berada di sekitar permukiman dan sawah warga meluap.

Walaupun tidak ada korban jiwa, empat rumah terdampak bencana ini, sekitar tiga hektar lahan pertanian terendam banjir dan saluran air irigasi jebol karena tertimbun longsor.

Menurutnya, saat ini banjir sudah mulai surut, tetapi lahan pertanian yang terdampak banjir tersebut mengalami kerusakan. Hingga saat ini relawan BPBD Kecamatan Nyalindung dibantu relawan lainnya masih berada di lokasi bencana.

“Bantuan sudah mulai kami salurkan untuk warga yang terdampak bencana tersebut. Namun untuk kerusakan sawah atau lahan pertanian, kami masih berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi,” katanya lagi.

Eka mengatakan dalam sepakan terakhir ini intensitas hujan deras cukup tinggi. Pantauan pihaknya hujan turun mulai dari siang hingga malam, bahkan beberapa hari terakhir hujan pun turun sejak pagi hari.

Pihaknya mengimbau kepada warga untuk waspada karena potensi terjadi bencana, seperti longsor, pergerakan tanah, banjir dan puting beliung cukup tinggi. Apalagi mayoritas kecamatan di Kabupaten Sukabumi merupakan daerah rawan bencana.

“Seluruh relawan harus bersiaga penuh, jika terjadi bencana untuk segera ditanggulangi agar dapat meminimalkan dampak baik kerugian nyawa maupun harta,” katanya lagi. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER