Songsong Revolusi Industri 4.0, Kemenag Siapkan Madrasah

BEKASI, SERUJI.CO.ID – Kementerian Agama Republik Indonesia tengah mendorong program pembelajaran berbasis digital di kalangan pelajar madrasah dalam rangka menghadapi era revolusi industri 4.0.

“Tahun ini kita masuk pada era revolusi industri yang ditandai dengan pesatnya perkembangan bisnis e-commerce nasional,” kata Direktur Jendral Pendidikan Islam Kemenag RI Kamarudin Amin.

Hal itu disampaikannya usai membuka jalannya Ujian Sekolah Berstandar Nasional di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kelurahan Telukpucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/4) pagi.

Menurut dia, tantangan tersebut perlu dihadapai pihaknya dalam mempersiapkan tenaga kerja profesional berlatar belakang pendidikan madrasah yang peka pada perkembangan teknologi digital.

“Sistem pembelajaran digital sangat penting, kita tengah mendorong program Madrasah Goes To Digital. Sebab era revolusi industri saat ini memiliki kekhasan kebutuhan pekerja yang berkemampuan digital,” katanya.

Untuk itu, pihaknya tengah mendorong madrasah menyongsong era revolusi industri dengan sistem belajar digital.

“Saat ini sudah 93 persen secara nasional siswa madrasah yang sudah ‘melek’ teknologi informasi’ sebab kurikulum pendidikannya pun sudah disesuaikan,” katanya.

Pihaknya pun tengah berupaya merealisasikan dukungan tersebut dengan menyempurnakan kurikulum pembelajaran yang sejalan dengan kebutuhan penyerapan tenaga kerja berkemampuan digital.

“Saat ini produksi ekonomi kita sudah tersambung internet. Lembaga pendidikan harus siapkan diri dalam menyesuaikan antara kebutuhan pasar dan industri,” katanya.

Seluruh lembaga pendidikan madrasah dituntut memiliki literasi digital secara memadai.

“Literasi digital ini yang menjadi salah satu fokus dan perhatian kita ke depan,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Inilah Tanda Bayi Terkena Penyakit Demam Berdarah

Kenali Demam Berdarah, waspada terhadap anak anda

Kemcer Di Curug Cipeteuy