Rugi Ratusan Juta Akibat Aksi Mogok Angkot di Garut

BANDUNG, SERUJI.CO.ID – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Garut menyatakan, aksi mogok angkutan kota (angkot) di Garut, Jawa Barat, Senin (5/2), telah menyebabkan kerugian materi sebesar ratusan juta rupiah bagi para sopir maupun pengusaha angkot.

“Ya pastinya aksi ini menimbulkan kerugian, tapi ini adalah bagian dari perjuangan kami untuk menuntut keadilan kepada pemerintah,” kata Ketua Organda Garut, Dayun Ridwan usai aksi mogok angkot yang menolak keberadaan transportasi online di Garut, Senin (5/2).

Ia menuturkan, angka kerugian itu berdasarkan perhitungan dari rata-rata penghasilan para sopir angkot sebesar Rp100 ribu per hari.

Jika dikalikan dengan jumlah sopir angkot yang ikut unjukrasa sebanyak 1.200 orang, kata dia, maka total kerugiannya bisa mencapai Rp120 juta, bahkan selama itu tidak terjadi perputaran uang di Garut.

Baca juga: Sopir Angkot Garut Mogok Beroperasi Protes Transportasi Online

“Rendahnya misalkan sopir dapat Rp100 ribu, kali 1.200 sopir, memang cukup besar kerugian dari dampak tidak beroperasinya angkot di Garut ini,” katanya.

Ia menyampaikan, selain sopir, kerugian juga berdampak pada pelaku usaha lainnya, seperti penjual makanan dan minuman, bahkan tidak membayar retribusi untuk menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Garut.

“Yang pasti dampak dari demo ini tidak terjadi perputaran uang, berdampak ke yang lain,” katanya.

Ia mengungkapkan, dampak dari aksi itu sudah diperhitungkan sebelumnya dan siap dengan segala konsekuensinya termasuk tidak punya penghasilan.

Namun kerugian itu, kata Dayun, bagian dari perjuangan untuk menuntut keadilan agar transportasi online tidak lagi beroperasi di Garut.

“Kami sebenarnya tidak menginginkan semua ini tapi kalau tidak adil kami akan seperti ini terus,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

Tekan Hoaks Selama Pilkada 2020, AMSI Gelar Cek Fakta di 16 Wilayah

Kegiatan Cek Fakta sebagai bentuk kontribusi AMSI kepada publik dengan memberikan informasi yang bermutu selama masa Pemilihan Kepala Daerah 2020 dan menekan hoaks (mis/disinformasi) yang berpotensi beredar selama berlangsungnya masa kampanye dan Debat Pilkada 2020.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Kemcer Di Curug Cipeteuy