Ratusan Orang Tuntut Kabag Barjas Cianjur Dinonaktifkan

0
53
  • 3
    Shares
demo ilustrasi

CIANJUR, SERUJI.CO.ID – Seratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat untuk Penegakan Hukum (Ampuh) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Cianjur, Jawa Barat, menuntut agar Kabag Barang dan Jasa (Barjas) Setda Cianjur beserta jajarannya dinonaktifkan atau dinonjobkan.

Presidium Ampuh, Yana Nurjaman di Cianjur, Kamis, mengatakan, keberadaan Barjas Setda Cianjur dengan tugas pokok mengelola kegiatan pengadaan barang dan jasa, terutama proyek yang bernilai besar yang ditenderkan melalui SPSE tidak sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Bahkan pihaknya menuding kondisi di Cianjur, keberadaan Barjas membuat persaingan usaha tidak sehat dan berbagi bentuk persekongkolan yang akhirnya banyak merugikan keuangan negara. Seharusnya, ungkap dia, barjas mematuhi aturan yang ada bukan membuat aturan sendiri.

“Harapan tersebut menjadi mimpi saja, setelah tahun pertama kegiatan pengadaan barang dan jasa hanya menjadi ajang pesta pora aparat penegak hukum dan pejabat berotak ngeres dan materialistis,” katanya.

Pada tahun kedua proses pengadaan barang dan jasa di Cianjur, tidak lebih baik justru menjadi ajang pesta para kontraktor serakah.

“Pejabat dan Pokja di bagian Barjas Setda Cianjur, tidak lagi menjadi hamba peraturan dan perundangan-undangan,” katanya.

Namun keberadaan barjas menjadi budak kontraktor berkantong tebal, sehingga kegiatan lelang yang dilakukan penuh dengan rekayasa dan beraroma busuk persengkongkolan serta penuh KKN.

Sehingga pihaknya mendesak Bupati dan Wakil Bupati Cianjur, mencopot Kabag Barjas beserta jajarannya dan menempatkan ASN yang bersertifikat ahli yang telah teruji, memiliki integritas dan kapabilitas yang baik.

“Penegak hukum juga agar melakukan upaya penyelidikan atas dugaan persengkongkolan dalam proses pelelangan berbagai proyek infrastruktur karena hal tersebut berpotensi mengakibatkan kebocoran dan merugikan anggaran serta keuangan negara,” katanya.

Pihaknya mengancam jika tuntutan tersebut tidak segera dipenuhi Ampuh dan Cianjur Procurement Watch (CPW) akan terus menggelar aksi dengan massa yang lebih besar.

“Kami minta segera nonaktifkan kabag dan jajarannya, ganti dengan yang berkualitas dan propesional,” katanya.

Usai melakukan orasi dan membacakan tuntutannya, ratusan orang tersebut membubarkan diri di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian dari Polres Cianjur. (Ant/SU02)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
BACA JUGA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU