Ratusan Orang Tuntut Kabag Barjas Cianjur Dinonaktifkan

0
52
demo ilustrasi

CIANJUR, SERUJI.CO.ID – Seratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat untuk Penegakan Hukum (Ampuh) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Cianjur, Jawa Barat, menuntut agar Kabag Barang dan Jasa (Barjas) Setda Cianjur beserta jajarannya dinonaktifkan atau dinonjobkan.

Presidium Ampuh, Yana Nurjaman di Cianjur, Kamis, mengatakan, keberadaan Barjas Setda Cianjur dengan tugas pokok mengelola kegiatan pengadaan barang dan jasa, terutama proyek yang bernilai besar yang ditenderkan melalui SPSE tidak sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Bahkan pihaknya menuding kondisi di Cianjur, keberadaan Barjas membuat persaingan usaha tidak sehat dan berbagi bentuk persekongkolan yang akhirnya banyak merugikan keuangan negara. Seharusnya, ungkap dia, barjas mematuhi aturan yang ada bukan membuat aturan sendiri.

“Harapan tersebut menjadi mimpi saja, setelah tahun pertama kegiatan pengadaan barang dan jasa hanya menjadi ajang pesta pora aparat penegak hukum dan pejabat berotak ngeres dan materialistis,” katanya.

Pada tahun kedua proses pengadaan barang dan jasa di Cianjur, tidak lebih baik justru menjadi ajang pesta para kontraktor serakah.

“Pejabat dan Pokja di bagian Barjas Setda Cianjur, tidak lagi menjadi hamba peraturan dan perundangan-undangan,” katanya.

Namun keberadaan barjas menjadi budak kontraktor berkantong tebal, sehingga kegiatan lelang yang dilakukan penuh dengan rekayasa dan beraroma busuk persengkongkolan serta penuh KKN.

Sehingga pihaknya mendesak Bupati dan Wakil Bupati Cianjur, mencopot Kabag Barjas beserta jajarannya dan menempatkan ASN yang bersertifikat ahli yang telah teruji, memiliki integritas dan kapabilitas yang baik.

“Penegak hukum juga agar melakukan upaya penyelidikan atas dugaan persengkongkolan dalam proses pelelangan berbagai proyek infrastruktur karena hal tersebut berpotensi mengakibatkan kebocoran dan merugikan anggaran serta keuangan negara,” katanya.

Pihaknya mengancam jika tuntutan tersebut tidak segera dipenuhi Ampuh dan Cianjur Procurement Watch (CPW) akan terus menggelar aksi dengan massa yang lebih besar.

“Kami minta segera nonaktifkan kabag dan jajarannya, ganti dengan yang berkualitas dan propesional,” katanya.

Usai melakukan orasi dan membacakan tuntutannya, ratusan orang tersebut membubarkan diri di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian dari Polres Cianjur. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
menhub

Menhub: Cuaca Buruk Belum Mempengaruhi Sektor Penerbangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sektor penerbangan belum terpengaruh kondisi cuaca buruk seperti yang dialami sektor pelayaran, meskipun kewaspadaan tetap...
tewas

Karena Kecelakaan Mobil, Pilot Lion Air Dimakamkan di Madinah

SERANG, SERUJI.CO.ID - Pilot Lion Air Captain Bambang Sugiri yang meninggal karena kecelakaan mobil di Arab Saudi, Sabtu (21/7), akan dimakamkan di Madinah pada...
Tahanan kabur

Dua dari 31 Orang Napi Lapas Doyo Yang Kabur Telah Diamankan

SENTANI, SERUJI.CO.ID - Kapolres Jayapura AKBP Victor Mackbon mengatakan jumlah narapidana yang melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura,...

Untuk Asian Games, PSSI Miliki Dua Bus Baru

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memiliki dua unit bus baru sebagai moda transportasi tim nasional sepak bola Indonesia menjelang bergulirnya...

Dirjen PAS: OTT di Sukamiskin Masalah Serius dan Tak Terduga

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami mengatakan kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)...