Polisi Selidiki Meroketnya Harga Daging Ayam

0
87
Pedagang daging ayam
Pedagang daging ayam (ilustrasi)

CIANJUR, SERUJI.CO.ID – Polres Cianjur, Jawa Barat, menerjunkan Satuan Tugas Pangan untuk menyelidiki penyebab terus melambungnya harga daging ayam potong di pasaran yang menyebabkan aksi mogok berjualan.

Kapolres Cianjur AKBP, Soliyah di Cianjur, Ahad (14/1), mengatakan, telah memerintahkan jajarannya untuk menindak tegas setiap orang yang terlibat sehingga menyebabkan harga daging ayam potong di pasaran terus merangkak naik.

“Kalau terbukti ada permainan dan pelanggaran yang menyebabkan harga daging ayam potong di pasaran naik, kami perintahkan ditindak tegas,” katanya.

Pihaknya juga menekankan Pemkab Cianjur, untuk terjun langsung ke tingkat peternak agar mengetahui penyebab pasti mahalnya harga daging ayam yang menyebabkan ribuan pedagang melakukan aksi mogok.

“Kami bertanggung jawab dalam menjaga stabilitas harga pangan di Cianjur. Sehingga dengan koordinasi yang terus dilakukan secara maksimal dengan pemkab dan asosiasi, diharapkan Senin, harga daging ayam kembali normal,” katanya.

Pihaknya berharap aksi mogok yang dilakukan pedagang daging ayam potong tidak berlangsung lama sehingga tidak menimbulkan keresahan di tingkat warga atau konsumen.

“Dinas perdagangan harus segera mengambil langkah strategis, sehingga masalah ini teratasi. Kami mendukung, setiap upaya perbaikan dan stabilisasi harga daging ayam di Cianjur,” katanya.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Cianjur, Himam Haris, mengatakan, terus melambungnya harga daging ayam potong di pasaran diduga karena ulah broker yang sudah didatangi pihaknya bersama tim.

“Selama enam tahun menjadi kadis, tahun ini, perkembangan daging ayam merupakan terparah dari tahun sebelumnya. Kami sudah menyelidiki dan ini permainan di tingkat broker. Kalau tidak ada juga penurunan kami akan serahkan ke pihak berwajib,” katanya.

Pemkab Cianjur, ungkap dia, akan mengundang seluruh pengusaha ternak ayam dan broker, untuk mengklarifikasi masalah yang terjadi, agar harga kembali normal dan pedagang kembali berjualan.

“Cianjur merupakan wilayah terbesar ke 2 produsen ayam setelah Ciamis. Kebutuhan ayam di Cianjur setiap bulannya mencapai 500 ton dengan asumsi untuk 400.000 Kepala Keluarga,” katanya.

Sementara Ketua Asosiasi Pedagang Daging Domba Ayam dan Sapi (Apddas) Cianjur, Yayuk Sri Rahayu, menjelaskan, kondisi mahalnya harga daging ayam potong di pasaran sudah tidak dapat ditolerir.

“Harus ada pemangkasan birokrasi yang berbelit dalam rantai distribusi daging ayam potong. Kenaikan harga daging ayam pernah terjadi tahun 2016 dan saat ini kejadian terulang lagi. Ini dinilai yang terparah karena permainan broker,” katanya. (Ant/SU05)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
KPU

KPU: Verifikasi Caleg Akan Diselesaikan Hari Ini

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indonesia menyatakan bakal menyelesaikan verifikasi administrasi calon anggota Legislatif (Caleg) DPR RI pada Sabtu (21/7) malam hari...

Gempa Sumbar Sebabkan 12 Rumah Rusak

AROSUKA, SERUJI.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, Sumatera Barat mencatat sebanyak 12 rumah mengalami kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan 5,5 Skala...
Gempa

Solok dan Dharmasraya Juga Rasakan Gempa Padang

PADANG, SERUJI.CO.ID - Gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter yang menguncang kota Padang, Sumatera Barat pada Sabtu (21/7) pukul 14.58 WIB juga dirasakan di Solok...

Masyarakat Berlarian ke Luar Rumah Saat Terjadi Gempa di Padang

PADANG, SERUJI.CO.ID- Gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter (SR) kembali menguncang kota Padang, Sumatera Barat pada Sabtu (21/7) pukul 14.58 WIB setelah sebelumnya kota itu...
gempa

Gempa Sumbar Tewaskan Satu Orang

PADANG, SERUJI.CO.ID - Seorang warga Lubuk Silasih, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, bernama Bustami (63) meninggal dunia akibat tertimpa bangunan rumahnya...