Pendapatan Turun, Organda Garut: 60 Persen Penumpang Beralih Online

BANDUNG, SERUJI.CO.ID – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyatakan, sebesar 60 persen penumpang di Garut sudah beralih ke transportasi umum berbasis online sehingga menurunkan pendapatan pengusaha dan sopir angkutan umum konvensional.

“Sudah sangat berpengaruh, hampir 60 persen penumpang beralih ke berbasis online,” kata Ketua Organda Kabupaten Garut, Dayun Ridwan kepada wartawan di Garut, Jumat (9/2).

Ia menuturkan, transportasi online roda empat maupun roda dua telah ramai beroperasi di Garut, terutama kawasan perkotaan.

Menurut dia, keberadaan transportasi online yang tidak mengikuti petaturan pemerintah itu menurunkan pendapatan bagi pelaku usaha angkutan umum dalam kota.

“Perhitungannya, satu angkot yang biasanya bisa setor Rp140 ribu, sekarang Rp110 ribu bahkan ada yang setor Rp100 ribu per hari karena sepinya penumpang,” katanya.

Ia menyampaikan, persoalan lain tidak hanya pada pendapatan, tetapi pengusaha angkutan maupun sopir dibebankan dengan pembelian suku cadang, kemudian retribusi hingga izin trayek dan KIR.

Dayun berharap, pemerintah dapat mengatur keberadaan transportasi online di Garut agar tidak merugikan transportasi umum konvensional.

“Tentu saja kami menuntut keadilan, kami selama ini dalam menjalankan usaha sesuai aturan dan perizinan, sedangkan online tidak ada legalitasnya,” kata Dayun.

Ia mendesak pemerintah daerah untuk menertibkan transportasi online selama tidak mematuhi peraturan tentang transportasi angkutan darat.

“Kami tegas menolak angkutan online sebelum ada payung hukun yang jelas,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Orang-Orang Merdeka

Sejak media menjadi industri, informasi dan berita harus tunduk pada kepentingan pemilik modal, dan erubahlan wartawan hanya sebagai alat produksi semata

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER