Pemkab Usulkan Bandara Kertajati Dinamai Bagus Rangin

MAJALENGKA, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka mengusulkan agar bandara yang dibangun di wilayah Kertajati diberi nama Bandara Bagus Rangin.

“Kami mengusulkan nama bandaranya Bagus Rangin. Ini adalah pejuang kemerdekaan di abad ke 17. Itu pergerakannya di wilayah Cirebon sampai ke Sumedang, Subang, Purwakarta, dan Karawang. Beliau panglima perang Kesultanan Gunung Jati,” kata Bupati Majalengka Sutrisno di Kompleks Bandara Kertajati, Majalengka, Jabar, Selasa (17/4).

Pihaknya mengaku telah mengajukan nama tersebut kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk dapat diajukan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan.

Ia menambahkan, dari Pemprov sendiri ada usulan nama lain untuk bandara yang membentang seluas 1.800 hektar tersebut.

“Sudah diajukan ke Pemprov. Satu lagi itu diusulkan Abdul Halim namanya. Ini kan Majalengka ada dua nih di selatan sama utara. Menurut kami, untuk penghargaan keturunan di sini ini lebih baik namanya Bagus Rangin supaya dijadikan nama bandara,” tuturnya.

Ia mengatakan, Ki Bagus Rangin dalam sejarahnya di kitab Babat Cirebon telah menorehkan prediksi akan dibangun bandara di wilayah tersebut.

“Beliau sudah bisa memprediksikan bahwa di abad ‘selikur’ (21), akan ada besi beterbangan di wilayah ini untuk pengistilahan pesawat terbang,” ujarnya.

Oleh karena itulah, ia menekankan nama tersebut akan sangat sesuai untuk bandara yang pembangunannya menelan biaya sekitar Rp25,4 triliun tersebut.

Sementara Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan masih menunggu usulan dari Pemprov untuk penamaan bandara tersebut secara final.

“Itu nanti kami masih tunggu usulan dari Pemprov,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.