Monitoring PPDB di Jabar Menggunakan “Teleconference”

BANDUNG, SERUJI.CO.ID – Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, monitoring pelaksanaan hari pertama Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK 2019 di UPTD Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Jalan Dr Rajiman No 6, Kota Bandung, Senin (17/6), menggunakan teleconference dengan sejumlah SMA.

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dewi Sartika, Wagub Uu Ruzhanul Ulum video conference dengan para kepala cabang dinas pendidikan dan kepala sekolah di beberapa kota/kabupaten yang ada di Jawa Barat di ruang command center Tikomdik tersebut.

Dilaporkan di Kabupaten Cianjur, PPDB berlangsung dengan lancar dengan antusiasme warga tinggi. Bahkan ada warga yang mengantre dari pukul 04.00 WIB.

Sementara di Kabupaten Karawang, proses PPDB pada hari pertama ini berlangsung dengan lancar, aman, dan terkendali dengan pendaftar sangat antusias.

Ada 865 peserta didik yang sudah terdaftar dengan proses input data per hari sekitar 300-an pendaftar.

Sekolah terakhir yang disapa Wagub adalah SMA Negeri 1 Kota Tasikmalaya. Daya tampung sekolah ini mencapai 408 peserta didik, sementara yang sudah terdaftar sebanyak 127 orang.

Proses PPDB di SMAN 1 berjalan lancar didukung sistem komputer yang beroperasi dengan baik.

“PPDB tidak ada kendala. Bahkan barusan saya teleconference dengan beberapa kabupaten/kota,” kata Wagub.

Namun, Wagub memberi catatan antusiasme masyarakat yang tinggi sebagian tidak didukung oleh daya tampung sekolah, meskipun sudah ada tambahan 17.000 kursi bangku sekolah tahun ini.

“Cuma daya tampung yang tersedia di SMA Negeri ini kurang bisa menampung seluruh keluaran SMP,” katanya.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mengapresiasi SMA/SMK swasta yang menerima lulusan SMP atau sederajat yang tidak bisa diterima di sekolah negeri di Jabar.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada pihak swasta atau yayasan yang membuat pendidikan formal seperti SMA/SMK, dimana mereka membantu kami dalam dunia pendidikan, khususnya dalam menerima siswa/siswi yang sekarang keluar dari SMP dan masuk ke SMA,” ucapnya.

Wagub mengatakan tidak semua SMA/SMK di Jawa Barat mempunyai fasilitas memadai untuk pelaksanaan PPDB.

“Kita akan evaluasi ke depan, ternyata masalah software dan hardware harus benar-benar diperhatikan sarana dan prasarana, supaya masyarakat bisa terlayani dengan baik dan cepat,” kata Wagub.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Menggugat Kepedulian Mahasiswa Atas Nasib Bangsa

Publik saat ini bertanya-tanya, apakah Mahasiswa Indonesia dan juga Organisasi Mahasiswa terutama yang bersifat eksternal kampus seperti HMI, GMKI, GMNI,PMKRI, PMII, IMM, KAMMI dan berbagai Ormawa lainnya masih ada?

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Kemcer Di Curug Cipeteuy

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.