Masyarakat Karawang Sesalkan Perpanjangan Izin Pertambangan Atlasindo

0
59
Gunung Sirnalanggeng
Kondisi Gunung Sirnalanggeng yang rusak dan kondisi lingkungan di sekitar kawasan itu juga rusak akibat kegiatan penambangan batu andesit. (Foto: Istimewa)

KARAWANG, SERUJI.CO.ID – Masyarakat Karawang Bersatu (MKB) menyesalkan terbitnya perpanjangan izin usaha pertambangan (IUP) untuk produksi PT Atlasindo Utama dari Pemprov Jawa Barat.

Koordinator Masyarakat Karawang Bersatu Beno di Karawang, Senin (9/10), menyatakan hal tersebut karena selama ini keberadaan PT Atlasindo di Karawang Selatan merusak alam.

Ia menilai penerbitan surat Nomor 540/Kep.06/10.1.06.2/DPMPTSP/2017 tentang persetujuan perpanjangan kesatu izin usaha pertambangan operasi produksi atas nama PT Atlasindo Utama secara administrasi telah melegalkan kegiatan penambangan batu andesit di Gunung Sirnalanggeng.

Padahal, saat ini kondisi Gunung Sirnalanggeng itu telah rusak dan kondisi lingkungan di sekitar kawasan itu juga rusak akibat kegiatan penambangan sebelumnya.

“Kami akan mempertanyakan secara langsung perihal profesionalisme dalam evaluasi dan penyusunan pertimbangan teknis IUP operasi produksi oleh Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral Pemprov Jabar. Apakah dalam penyusunan Pertek tersebut telah mempertimbangkan aspek ruisiko serta dampak jangka panjangnya,” katanya.

Pihaknya juga akan melakukan langkah hukum terkait dengan penerbitan IUP untuk PT Atlasindo. Pasalnya, jika dibiarkan, Gunung Sirnalanggeng akan habis dan ekosistemnya akan terganggu.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang Wawan Setiawan mengaku pihaknya menyepakati rencana Pemprov Jabar yang akan mengevaluasi keluarnya perpanjangan izin operasi tambang di kawasan pegunungan Karawang Selatan untuk PT Atlasindo Utama.

“Kami setuju karena izin eksplorasi dan eksploitasi adalah hak kewenangan pemerintah provinsi. Kami akan melakukan sesuai dengan tupoksi, yakni melakukan evaluasi UKL/UPL perusahaan itu,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Pemkab Karawang Wawan Setiawan.

Perseroan Terbatas Atlasindo Utama sudah melakukan eksploitasi di kawasan pegunungan Sanggabuana Kecamatan Tegalwaru lebih dari 10 tahun. Polemik muncul ketika perusahaan tersebut diberikan perpanjangan produksi pertambangan baru pada bulan Februari 2017 oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jabar.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi terkait dengan perpanjangan izin operasi tambang PT Atlasindo Utama.

Ia mengaku tidak mengetahui adanya perpanjangan izin operasi tambang PT Atlasindo Utama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jabar. (Ant/SU02)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Danau Toba

KemenPURR Anggarkan Rp 800 Miliar untuk Danau Toba dan Pulau Samosir

DELI SERDANG, SERUJI.CO.ID - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menganggarkan Rp 800 miliar hingga 2019 untuk membangun jalan menuju Danau Toba dan Pulau...
Besiktas - 2017

Besiktas Masuk ke Putaran 16 Besar Liga Champions Untuk Pertama Kalinya

ISTANBUL, SERUJI.CO.ID -  Juara Turki Besiktas mencapai putaran 16 besar Liga Champions untuk pertama kalinya ketika mereka bangkit dan bermain imbang 1-1 dengan tamunya Porto,...
Kapuspenkum Kejagung M Rum

Kejagung: Pembobol Kredit Bank Mandiri Segera Disidangkan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kejaksaan Agung menyatakan tersangka pembobolan kredit PT Bank Mandiri Tbk sebesar Rp 201,098 miliar, MS alias HP atau Aping dan EWL, segera...

KANAL WARGA TERBARU

skripsi

Ingin Tulisan “WARGA SERUJI” Dibaca Banyak Pengunjung? Cobalah Trik Ini

SERUJI.CO.ID - Untuk menghasilkan tulisan yang enak dibaca dan membuat pembaca selalu menanti tulisan-tulisan anda di kanal "WARGA SERUJI", saya coba berikan sedikit petunjuk...
follow-leader

Menjadi Seorang Pemimpin

Seorang leader/pemimpin harus memiliki jiwa melayani. Pemimpin yang baik berasal dari pengikut yang baik. Cara menjadi pengikut yang baik adalah dengan mendengar, menjadi seorang...

KAPAN PEMIMPIN HARUS DIPATUHI ?

Luthfi Bashori Suatu saat Rasulullah SAW mengirim satu pasukan dan mengangkat seorang Anshar sebagai pemimpin, serta memerintahkan agar seluruh pasukan mematuhi pemimpinnya. Di tengah jalan, tiba-tiba...