Manajemen RSUD Karawang Terlilit Utang Rp 7 Miliar


KARAWANG, SERUJI.CO.ID – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terlilit utang hingga mencapai Rp 7 miliar akibat cukup tingginya piutang yang belum tertagih.

“Itu merupakan utang dari pengadaan obat dan belanja barang habis pakai seperti kapas, perban, alat suntik, dan lain-lain yang dilaksanakan pada tahun 2017,” kata Direktur Utama RSUD setempat Asep Hidayat Lukman, di Karawang, Selasa (9/1).

Ia mengatakan, setelah seluruh pengadaan obat dan belanja barang habis pakai untuk kepentingan medis ditotalkan, jumlahnya mencapai sekitar Rp 7 miliar.

Hingga kini pengadaan obat dan belanja barang habis pakai tersebut belum dibayarkan, sehingga Manajemen RSUD Karawang terlilit utang sekitar Rp 7 miliar.

“Kegiatan itu masih ditanggung rekanan, dan kita masih utang,” kata Asep.

Menurut dia, Manajemen RSUD Karawang mempunyai utang karena terkendala keuangan. Kondisi itu terjadi karena piutang sekitar Rp 24 miliar belum tertagih selama tahun 2017.

Piutang tersebut merupakan klaim BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan yang belum tertagih selama 2 bulan, November hingga Desember 2017.

Ia mengatakan, piutang tersebut relatif besar karena sepanjang tahun 2017 pasien RSUD Karawang didominasi peserta BPJS Kesehatan.

Catatan RSUD Karawang, selama Januari hingga Desember 2017, sekitar 70 persen pasien RSUD setempat merupakan peserta BPJS Kesehatan. (Ant/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengarahkan Gerakan NKRI Bersyariah

Walau begitu, sekali lagi percayalah bahwa perjuangan Islam politik untuk menjadikan Indonesia sebagai negara Islam tak akan pernah mati. Ia akan terus bermetamorfosa dan tersimpan rapi dalam memori kolektif kelompok Islam politik.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

Masa Bakti Dewan Pendidikan 2014-2019 Berakhir, Pemkot Surabaya Buka Rekrutmen

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Supomo mengatakan bahwa proses rekrutmen akan dimulai dengan pendafatran yang dilakukan secara daring (online) mulai hari ini, Selasa (18/2) hingga Jumat (28/2) mendatang.

Fahira ke Haters Anies: Jangan Sering Gol Bunuh Diri Nanti Kehabisan Energi

Bedakan wilayah Bekasi, Tangerang dan DKI saja tidak mampu. Siapa pengelola Kawasan GBK dan Jembatan Utan Kemayoran saja tidak paham. Bagaimana mau mau kritik apalagi menyerang.

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Dinilai Lembek ke China Soal Natuna, PA 212 Minta Presiden Jokowi Pecat Prabowo

Menurut PA 212, langkah yang diambil Prabowo sangat kontras dengan sikap Presiden Jokowi yang tidak mau berkompromi dengan China yang telah melakukan pelanggaran batas wilayah di perairan Natuna.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Ternyata Menteri Agama Berasal dari Ormas Islam Yang Sama dengan Ustadz Tengku Zulkarnain

Fachrul Razi tercatat sebagai anggota Majelis Amanah Pusat PB Math'laul Anwar sejak 2018 berdasarkan Surat Keputusan nomor A.166/KPTS/PBMA/V/2018 yang ditandatangani Ketua Umum PB MA, Ahmad Sadeli Karim dan Sekjen Oke Setiadi
close