Mabes Polri Batalkan SK Kuota Putra Daerah

JAKARTA – Pihak Mabes Polri membatalkan Surat Keputusan Kapolda Jabar soal penerapan kuota putra daerah dan nonputra daerah dalam rekrutmen calon siswa Akademi Kepolisian (Akpol) di Polda Jabar.

Hal tersebut disampaikan Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Irjen Polisi Arief Sulistyanto, menyusul adanya kisruh seleksi calon siswa Akpol di Polda Jabar.

“Membatalkan keputusan Kapolda Jabar Nomor 702 tentang persentase putra dan putri daerah dalam penetapan keputusan calon taruna terpilih,” kata Irjen Polisi Arief Sulistyanto di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (4/7).

Seleksi calon siswa Akpol di Mapolda Jabar, kata Arief, diambil alih oleh Mabes Polri menyusul terjadinya protes dari orang tua calon siswa Akpol terkait dengan kebijakan Kapolda Jabar Irjen Pol. Anton Charliyan.

Pihaknya pun telah melakukan sidang untuk menetapkan calon siswa yang lulus seleksi di Polda Jabar.

“Prinsip proses rekrutmen, kami betul-betul mencari calon berkualitas. Kedua, jangan ada yang dirugikan. Kami menetapkan calon taruna yang lulus terpilih dari Panitia Jabar sebanyak 27 calon taruna dan empat calon taruni,” katanya.

Para calon siswa akan mengikuti tes selanjutnya pada tanggal 13 Juli 2017 di tingkat pusat.

Pihaknya menyayangkan pengguguran beberapa calon siswa Akpol di Polda Jabar karena masalah kesehatan ringan.

Polda Jabar diketahui hanya meluluskan 23 calon taruna dan empat calon taruni. Padahal, kata Arief, ada calon taruna yang memiliki prestasi baik. Akan tetapi, karena persoalan kesehatan ringan, dinyatakan tidak lulus.

“Akan sangat disayangkan kalau sesuatu yang tidak fatal, padahal nilai psikotesnya bagus, jasmaninya bagus, kesehatannya bagus, harus digugurkan karena ini. Oleh karena itu, kami saat sidang memutuskan dia diangkat dan diluluskan,” kata Arief.

Berikut nama 27 calon taruna dan empat calon taruni yang lulus seleksi siswa Akpol di Polda Jawa Barat.

Calon Taruna Akpol:
1. Lega Ikhwan Herbayu
2. Chidmad Chudhori
3. Agus Fajar Gumelar
4. Muhammad Alfin Ilham
5. Rifqy Pratama Nugraha
6. Muhammad Shidqy Fauzan
7. Rangga Nurrizaldy
8. Satrio Bagaskara Gunadi Putra
9. Raden Mas Kresnha Wibowo
10. Sindu Matra Wiratama
11. Muhamad Azwar Akbar
12. Mochamad Fikri Dafa Alfarez
13. Farhan Maulana Affianto
14. Iqbal Putra Saimuri
15. Bagas Panglima
16. Rizky Adhi Wigrhananto
17. Haris Dwi Wibowo
18. Ahmad Iqbal
19. Evander Parulian S.
20. Kyflan Ahmad Syukur
21. Alif Hilmy Maulana
22. Nicho Eliezer
23. Richard Sembiring
24. Holmes Juan Daniel Batubara
25. Muhamad Faizal
26. Ali Al Asghor
27. Muhamad Yusuf Aprian

Calon Taruni Akpol:
1. Helda Chintia
2. Adzholla Hadzna Sungkar
3. Mutiara Lies Ayu Pangestu
4. Rina Sartika

(IwanY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Meminta Maaf Kepada Generasi Yang Hilang

Tanggal 13 Febuari 2008 berlangsung peristiwa penting, di Australia. Melalui pidato Perdana Menteri Kevin Michael Rudd, di hadapan sidang Parlemen, pemerintah Australia secara secara resmi meminta maaf.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.