Kuota PPDB SMA di Jabar Ditambah Tujuh Persen

BANDUNG, SERUJI.CO.ID – Gubernur Jawa Barat, M Ridwan Kamil mengatakan kuota Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Jawa Barat Tahun 2019 ditambah tujuh persen atau sekitar 19 ribu kursi.

“Alhamdulillah ada penambahan kuota PPBD sekitar tujuh persen jadi jumlah siswa yang akan masuk ke sekolah negeri bisa bertambah,” kata Gubernur Emil di Bandung, Selasa (11/6).

Gubernur Emil mengatakan sosialisasi PPDB 2019 oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat juga diubah yakni juga dilakukan secara tatap muka langsung dengan orang tua siswa.

“Jadi nanti ada sosialisasi terkait PPDB kemudian mereka yang tidak mampu kalau tidak masuk ke sekolah negeri akan bekerja sama dengan swasta mereka dibiayai negara,” kata Emil.

Gubernur Emil mengatakan pelaksanaan PPDB sangat komplek bahwa ia mengibaratkannya seperti manajemen mudik yang sangat multi dimensi dan melibatkan banyak pihak.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dewi SartikaPPDB menuturkan dengan adanya penambahan kuota tersebut maka kuota PPDB Jawa Barat tahun ini menjadi 281.950.

“Tadi kan angkanya sekitar 19 ribuan kursi tambahan, Jadi jumlahnya ini 281.950. Ini bisa dari sekolah baru karena kan ada penambahan ruang kelas baru,” kata Dewi.

Dewi mengatakan sekolah swasta penerima dana bantuan operasional sekolah atau BOS di Jawa Barat sudah sepakat akan mengumumkan kuotanya minimal 20 persen untuk siswa tak mampu.

“Artinya, ada juga sekolah yang tidak menerima dana BOS seperti Taruna Bakti. Yang menerima dana BOS harus menerima 20 persen siswa tidak mampu,” katanya.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER