Kampung Inspirasi: Mencipta Muslim Tangguh Luar dan Dalam

0
58
  • 2
    Shares

BANDUNG, SERUJI.CO.ID – Dalam meningkatkan semangat wirausaha sejak dini, PKPU menyelenggarakan acara dengan tajuk Kampung Inspirasi: Kajian dan Entrepreneur Camp dari tanggal 2-3 Juni 2018 di sesi pertama dan 9-10 Juni 2018 sesi kedua. Acara tersebut dilaksanakan di Kampung Sangiang, Desa Sangiang, Rancaekek, Bandung.

Marketing Communication PKPU Human Initiative Jawa Barat Ria Yuliasari mengatakan tujuan kegiatan ini adalah untuk berbagi kebahagiaan di bulan Ramadhan dengan anak-anak di Kampung Sangiang yang masih memiliki impian dan semangat yang sangat besar untuk meraih impiannya.

“Saya lihat tadi ternyata banyak anak-anak di Kampung Sangiang ini yang bercita-cita menjadi pengusaha. Untuk itu materi yang disampaikan oleh pemateri sangat relevan sekaligus untuk memberikan bekal ilmu bagi anak-anak yang ingin menjadi pengusaha. Saya doakan semoga cita-cita mereka semua tercapai,” ujar Ria.

Berkaitan dengan tema Infinity Happiness yang diusung PKPU Human Initiative pada bulan Ramadhan kali ini, Ria juga menekankan pentingnya berbagi kebahagiaan kepada sesama.

“Kebahagiaan itu kan sesungguhnya adalah saat memberi kebahagiaan kepada orang lain. Jadi, lewat acara ini peserta juga diajari pentingnya berbagi kebahagiaan. Apalagi saat mendengar alasan mereka menjadi pengusaha adalah karena ingin menciptakan pekerjaan untuk orang lain. Di situ kan berarti sudah muncul jiwa sosial pada diri mereka,” ujar Ria.

Salah satu pemateri yaitu  Indra Ambiya menyampaikan sebuah kisah tentang kakak beradik yang diberikan wasiat oleh ayahnya yang akan meninggal dunia. Dua wasiat itu yakni tidak boleh mengambil piutang dan tidak boleh terkena matahari. Kakak-beradik tersebut keduanya adalah pengusaha. Namun, ternyata keadaan mereka tidaklah sama. Meski sama-sama menjalankan wasiat. Sang kakak ternyata memiliki keadaan yang menyedihkan karena ia menafsirkan wasiat dengan salah. Sedangkan, sang adik berhasil menjadi pengusaha sukses karena ia menafsirkan wasiat kedua dengan benar yakni. Tidak boleh terkena matahari berarti dia harus keluar rumah sebelum matahari terbit dan pulang setelah matahari terbenam.

Suasana Kampung Inspirasi: Kajian dan Entrepreneur Camp di Kampung Sangiang

“Kisah tersebut mengajarkan kita untuk selalu semangat dalam mencari rejeki dan agar kita selalu memiliki sudut pandang yang cerdas. Wasiat sama, tapi hasilnya berbeda. Itu karena perbedaan sudut pandang,” ujar pemateri yang sekaligus Dai muda tersebut.

Begitu pun dengan materi yang disampaikan oleh Nurjaya mengenai pentingnya kejujuran dalam menjadi pengusaha.

“Jujur adalah kunci utama kesuksesan. Karena sekali saja ada satu kebohongan yang keluar dari mulut kita, maka ruuntuhlah kepercayaan orang lain atas kita,” ujar pemateri yang juga CEO brand pakaian Mutif.

Ia menambahkan selain kejujuran sikap respect juga harus diutamakan dan ketika membenci kita dan kita malah menyayangi, maka itu adalah sikap seorang ksatria.

“Saat ini yang hilang dari masyarakat kita adalah nilai saling respect satu sama lain. Padahal bila sudah satu sama lain saling respect maka akan tercipta masyarakat yang kuat karena saling tolong menolong,” tambah Nurjaya.

Dipilihnya kampung Sangiang untuk kegiatan ini adalah karena Kampung Sangiang merupakan salah satu kampung dengan tingkat ekonomi warga yang sangat rendah dengan mata pencaharian mayoritas warganya sebagai bertani. Selain itu tingkat pendidikan di kampung tersebut juga rendah dimana mayoritas belum menuntaskan program wajib belajar. Dengan kondisi tersebut membuat PKPU Human Initiative melaksanakan acara di Kampung Sangiang karena sekaligus dengan program pemberdayaan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

Pada hari kedua Kampung Inspirasi diisi oleh pemateri dari seorang pengusaha muda sukses yaitu Elly Kurnaedi.”

“Untuk adik-adik dari sekarang sebaiknya sudah dirancang ingin menjadi apa nanti. Misal ingin menjadi pengusaha, harus dimulai dari sekarang tuh belajar dagang yang baik itu bagaimana,” ujar Elly.

Elly menambahkan kehidupan remaja saat ini yang tidak bisa dipungkiri banyak sekali terjadi tindakan melawan norma-norma sosial maupun agama, seperti, terjerumus ke dalam narkoba, pergaulan bebas, miras, geng motor dan sebagainya. Kenakalan remaja tersebut bukan menjadi hal yang langka untuk ditemukan.

“Jangan sampai kita mengikuti mereka. Ingat, hidup ini terlalu berharga kalau untuk dihabiskan untuk berbuat seperti itu. Rugi saat kita tua nanti,” tekan Elly.

CEO Ziyata Clothing itu juga menekankan poin penting lainnya yakni meminta doa orang tua terutama ibu. Elly menceritakan bagaimana dulu dirinya yang berasal dari wilayah pedalaman Ciamis memiliki keinginan yang kuat untuk membahagiakan orang tuanya.

“Saya sejak kecil bekerja keras, belajar dengan tekun karena saya mempunyai mimpi. Dan ingat, bermimpilah juga untuk bisa berbakti kepada orang tua. Doa yang paling cepat dikabulkan salah satunya adalah doa ibu,” ujar Elly.

Para peserta pun larut dalam penyampaian Elly. Terutama saat menekankan pentingnya doa ibu.

“Jangan sampai kita menjadi anak durhaka yang sering menyakiti ibu dan ayah kita. Sebaliknya, kita harus membuat mereka bangga,” ujar Elly. (SU02)

Langganan berita lewat Telegram
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU