Jembatan Gantung Putus, 30 Wisatawan Luka-Luka

0
198
Jembatan gantung putus
Diduga karena kelebihan beban, jembatan gantung di objek wisata penangkaran rusa Bogor putus, pada Senin (1/1/2018). (Foto: Bogor Raya News)

BOGOR, SERUJI.CO.ID – Sebanyak 30 warga mengalami luka-luka akibat jembatan gantung putus di lokasi penangkaran rusa Cariu di Desa Sirnarasa, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (1/1).

Kapolsek Tanjungsari, Iptu Muhaimin mengatakan, peristiwa diketahui terjadi sekitar pukul 15.15 WIB. Korban luka-luka merupakan pengunjung wisata penangkaran rusa Cariu yang dikelola oleh Perhutani.

“Data yang kami himpun sementara total korban luka-luka ada 30 orang, lima orang di antaranya mengalami luka berat, sisanya luka ringan,” katanya.

Belum diketahui penyebab putusnya jembatan gantung tersebut, dugaan sementara karena sudah tua. Jembatan terbuat dari bambu diikat dengan tali kawat, semi permanen, seperti kebanyakan jembatan yang ada di masyarakat.

Diduga jembatan tidak mampu menahan beban karena warga menyeberang beramai-ramai sehingga putus. Korban berjatuhan ke Sungai Cipamingkis.

Lima yang orang luka berat mengalami patah tulang dan benturan batu yang ada di sungai.

“Sisanya luka lecet-lecet,” kata Muhaimin.

Ia mengatakan, seluruh korban jembatan putus telah dievakuasi jajaran Polsek Tanjungsari bersama muspika, camat dan Satpol PP. Korban luka berat dibawa ke rumah sakit terdekat dan luka ringan ke Puskesmas Tanjungsari.

Hingga berita ini diturunkan, saat ini sembilan orang yang luka ringan masih dirawat di puskesmas dan lima luka berat dirawat di rumah sakit. Total ada 14 orang, sisanya sudah pulang ke rumahnya setelah mendapatkan perawatan medis.

“Sebenarnya ada juga tiga orang yang datang ke Puskesmas juga luka lecet, tapi mereka tidak melapor setelah berobat mereka pulang,” katanya.

Di antara para korban terdiri atas 16 laki-laki dewasa, 10 perempuan dan empat anak-anak usia lima dan enam tahun.

Jembatan bambu tersebut menghubungkan Desa Sirnasari dengan Desa Buarajaya, yakni lahan Perhutani yang terdapat penangkaran rusa. Jembatan membentang sepanjang 44 meter dengan lebar satu meter, tinggi kurang lebih 2,5 meter dari atas sungai. Lokasi tersebut menjadi objek wisata penangkaran rusa yang sering didatangi oleh warga.

Warga yang menjadi korban jembatan putus berasal dari Bogor, Bekasi, Karawang dan Tangerang. (Ant/SU05)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
Prancis juara piala dunia 2018

Prancis Juara Piala Dunia 2018, Setelah Tundukkan Kroasia 4-2

MOSKOW, SERUJI.CO.ID - Prancis menang 4-2 atas Kroasia pada final Piala Dunia di Stadion Luzhniki Moskow pada Ahad (15/7), untuk membuat mereka mengangkat trofi...

Final Piala Dunia 2018, Prancis Unggul 2-1 Atas Kroasia di Babak Pertama

MOSKOW, SERUJI.CO.ID - Prancis memimpin 2-1 atas Kroasia pada babak pertama final Piala Dunia, setelah tersaji 45 menit pertama yang berlangsung menarik di Stadion Luzhniki,...

Ribuan Warga Kota Langsa Nobar Final Piala Dunia

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Ribuan Warga Kota Langsa Nonton Bareng (Nobar) final piala dunia yang digelar oleh Pemerintah Kota Langsa di Lapangan Merdeka Kota...

Pencuri Spesialis Angkutan Daring Berhasil Ditangkap Polisi

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Resort Kuantan Singingi, Provinsi Riau berhasil menangkap buronan bandit pencurian disertai kekerasan spesialis angkutan daring yang beraksi di jalan lintas...
mahkamah konstitusi

Terdapat 67 Permohonan Sengketa Pilkada Yang Diterima MK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Mahkamah Konstitusi (MK) mencatat sebanyak 67 permohonan Penyelesaian Hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 telah terdaftar pada Ahad (15/7) malam,...