Jembatan Gantung Putus, 30 Wisatawan Luka-Luka

BOGOR, SERUJI.CO.ID – Sebanyak 30 warga mengalami luka-luka akibat jembatan gantung putus di lokasi penangkaran rusa Cariu di Desa Sirnarasa, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (1/1).

Kapolsek Tanjungsari, Iptu Muhaimin mengatakan, peristiwa diketahui terjadi sekitar pukul 15.15 WIB. Korban luka-luka merupakan pengunjung wisata penangkaran rusa Cariu yang dikelola oleh Perhutani.

“Data yang kami himpun sementara total korban luka-luka ada 30 orang, lima orang di antaranya mengalami luka berat, sisanya luka ringan,” katanya.

Belum diketahui penyebab putusnya jembatan gantung tersebut, dugaan sementara karena sudah tua. Jembatan terbuat dari bambu diikat dengan tali kawat, semi permanen, seperti kebanyakan jembatan yang ada di masyarakat.

Diduga jembatan tidak mampu menahan beban karena warga menyeberang beramai-ramai sehingga putus. Korban berjatuhan ke Sungai Cipamingkis.

Lima yang orang luka berat mengalami patah tulang dan benturan batu yang ada di sungai.

“Sisanya luka lecet-lecet,” kata Muhaimin.

Ia mengatakan, seluruh korban jembatan putus telah dievakuasi jajaran Polsek Tanjungsari bersama muspika, camat dan Satpol PP. Korban luka berat dibawa ke rumah sakit terdekat dan luka ringan ke Puskesmas Tanjungsari.

Hingga berita ini diturunkan, saat ini sembilan orang yang luka ringan masih dirawat di puskesmas dan lima luka berat dirawat di rumah sakit. Total ada 14 orang, sisanya sudah pulang ke rumahnya setelah mendapatkan perawatan medis.

“Sebenarnya ada juga tiga orang yang datang ke Puskesmas juga luka lecet, tapi mereka tidak melapor setelah berobat mereka pulang,” katanya.

Di antara para korban terdiri atas 16 laki-laki dewasa, 10 perempuan dan empat anak-anak usia lima dan enam tahun.

Jembatan bambu tersebut menghubungkan Desa Sirnasari dengan Desa Buarajaya, yakni lahan Perhutani yang terdapat penangkaran rusa. Jembatan membentang sepanjang 44 meter dengan lebar satu meter, tinggi kurang lebih 2,5 meter dari atas sungai. Lokasi tersebut menjadi objek wisata penangkaran rusa yang sering didatangi oleh warga.

Warga yang menjadi korban jembatan putus berasal dari Bogor, Bekasi, Karawang dan Tangerang. (Ant/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER