Gubernur Jawa Barat Instruksikan Bupati dan Wali Kota Antisipasi Kekeringan

BANDUNG, SERUJI.CO.ID – Gubernur Jawa Barat, M Ridwan Kamil, menginstruksikan para Bupati dan Wali Kota di wilayahnya mengantisipasi dampak kekeringan selama musim kemarau.

“Saya sudah koordinasikan para Bupati dan Wali Kota untuk mengantisipasi masalah kekeringan,” katanya seusai melakukan pertemuan dengan Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Barat, Dody Herlando, di Gedung Negara Pakuan, Bandung, Rabu (3/7).

Gubernur sudah berkoordinasi dengan para Bupati dan Wali Kota untuk memastikan keamanan suplai air bersih bagi warga selama musim kemarau.

“Dulu saya lakukan saat saya menjadi Wali Kota Bandung, meminta PDAM menyediakan truk tangki air untuk masyarakat. Saya kira itu harus dilakukan juga untuk sifatnya air bersih yang dikonsumsi,” katanya.

Guna memastikan kebutuhan irigasi di setiap kabupaten/kota terpenuhi, Gubernur meminta para Bupati/Wali Kota melakukan penyesuaian untuk mengefisienkan penggunaan air.

“Sehingga persawahan bisa mendapatkan air meski tak semaksimal dulu, jangan sampai habis sama sekali,” katanya.

Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi juga telah berkoordinasi dengan pengelola bendungan dan irigasi agar pengairan lahan pertanian tidak begitu terganggu pada musim kemarau tahun ini.

“Kami juga sudah memantau kondisi di sejumlah waduk seperti Cirata dan Jatiluhur di Kabupaten Purwakarta,” katanya.

Namun ia menjelaskan, kalau dampak musim kemarau sampai mencapai titik ekstrem, pemerintah provinsi akan mengusulkan ke pemerintah pusat agar melakukan rekayasa iklim guna mengatasi masalah kekeringan.

“Mungkin usulan saya ke pemerintah pusat kalau sudah ekstrem apakah ada rekayasa iklim (seperti) yang dulu juga dilakukan untuk meningkatkan jumlah intensitas air hujan,” katanya.

Data Dinas Tanaman Pangan dan Holtikura Provinsi Jawa Barat menunjukkan bahwa hingga 28 Juni 2019 dari 573.842 hektare lahan pertanian di Jawa Barat, ada 52.983 hektare yang terancam kekeringan dan 82 hektare lahan yang puso pada musim kemarau tahun ini.

“Secara umum, daerah yang mengalami kekeringan adalah areal sawah dengan kondisi irigasi yang rusak,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Jawa Barat, Hendi Jatnika.
​​​​​​​

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BPK dan Bencana

Jokowi, Propaganda Rusia dan Rand Corporation

Penggunaan istilah Propaganda Rusia ini menjadi masalah besar sebab dalam kapasitas apa Jokowi menyatakan hal tersebut? Apakah sebagai Presiden Republik Indonesia atau sebatas calon presiden (Capres)?

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Lima Macam Riba Yang Diharamkam

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.

Kemcer Di Curug Cipeteuy