DPRD Jabar Minta Pembuat Miras Oplosan Dihukum Berat

BANDUNG, SERUJI.CO.ID – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari mengatakan pelaku yang membuat miras oplosan harus dihukum berat karena selain merusak moral juga telah menelan korban jiwa hingga puluhan orang di Kabupaten Bandung.

“Kasus miras oplosan ini kan terkait dengan nyawa manusia ya, sudah menelan korban jiwa hingga puluhan orang. Jadi si pelaku atau pembuat miras oplosan ini saya kira harus dihukum seberat-beratnya karena selain meresahkan ini sudah membahayakan nyawa masyarakat,” kata Ineu Purwadewi Sundari, ketika dihubungi melalui telepon, Rabu (11/4).

Secara pribadi dan mewakili DPRD Provinsi Jawa Barat, Ineu mengaku prihatin dengan kasus musibah miras oplosan di Kabupaten Bandung tersebut.

Menurut Ineu, hukuman yang berat dari aparat penegak hukum untuk pembuat miras oplosan tersebut diharapkan bisa menjadi pembelajaran agar tidak ada lagi pihak-pihak yang membuat minuman keras oplosan di Jawa Barat.

“Ini kan agar ada efek jera ya, kami juga yakin aparat kepolisian akan bekerja optimal mengungkap kasus miras oplosan di Kabupaten Bandung tersebut,” kata Ineu.

Ia mengimbau agar warga tidak tergoda untuk mengkonsumsi miras oplosan karena membahayakan kesehatan.

“Jauhi miras, terlebih dalam agama Islam miras itu kan haram, apalagi miras oplosan selain haram juga sangat berbahaya karena bisa sampai merenggut nyawa,” kata dia.

Ineu mengajak seluruh pihak mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum hingga masyarakat untuk lebih intensif mengawasi tempat-tempat penjualan miras oplosan di wilayahnya.

“Selain itu, pencegahan terhadap miras oplosan ini juga harus dilakukan di lingkungan yang pertama yakni di keluarga kita, karena korbannya itu kan ada juga yang masih tercatat sebagai pelajar. Tentunya ini sangat miris, keluarga itu harus menjadi benteng atau pertahanan pertama dari hal-hal negatif,” kata dia.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang biasa disapa Aher menyatakan prihatin terhadap kasus minuman keras oplosan yang merenggut 23 orang dari 58 pasien yang dirawat di dua rumah sakit di Cicalengka, Kabupaten Bandung.

“Yang pertama kita sangat prihatin dengan kejadian tersebut, kita berharap ke depan tidak ada kejadian seperti itu lagi. Yang kedua kita mengajak semua pihak untuk peduli terhadap urusan seperti ini, kepada kepolisian dan pihak terkait mari kita petakan kecenderungan kejadian seperti ini terjadi,” kata Aher di Bandung, kemarin. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Ahok Menohok

Meminta Maaf Kepada Generasi Yang Hilang

Tanggal 13 Febuari 2008 berlangsung peristiwa penting, di Australia. Melalui pidato Perdana Menteri Kevin Michael Rudd, di hadapan sidang Parlemen, pemerintah Australia secara secara resmi meminta maaf.

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

Tekan Hoaks Selama Pilkada 2020, AMSI Gelar Cek Fakta di 16 Wilayah

Kegiatan Cek Fakta sebagai bentuk kontribusi AMSI kepada publik dengan memberikan informasi yang bermutu selama masa Pemilihan Kepala Daerah 2020 dan menekan hoaks (mis/disinformasi) yang berpotensi beredar selama berlangsungnya masa kampanye dan Debat Pilkada 2020.

TERPOPULER