DLH: Ratusan Pohon di Sukabumi Rawan Tumbang

SUKABUMI, SERUJI.CO.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, Jawa Barat mencatat ada ratusan pohon yang berada di berbagai titik rawan tumbang karena kondisinya sudah tua.

“Dari hasil pemeriksaan kami ada sebanyak 217 pohon berukuran besar di Kota Sukabumi yang usianya sudah tua dan keropos sehingga rawan tumbang apalagi di musim penghujan seperti ini,” kata Kepala Bidang Penataan Taman dan Kerusakan Lingkungan DLH Kota Sukabumi Sony Hermanto di Sukabumi, Kamis (12/4).

Menurut dia, ratusan pohon tersebut terdiri dari 160 pohon mahoni, 27 pohon palem, 26 pohon trembesi dan 4 pohon beringin. Sementara untuk total pohon berukuran besar sebanyak 3.628 pohon.

Sebenarnya, usia 217 pohon tersebut masih kuat apabila ditanamnya di hutan. Namun apabila ditanam di wilayah perkotaan, kekuatan dan perkembangannya akan mengalami kesulitan, terutama dari segi perkembang akarnya karena terbatas lahannya ditambah banyak asap knalpot.

Dengan curah hujan yang tinggi ditambah angin kencang dalam beberapa pekan terakhir ini berpotensi terhadap terjadinya pohon tumbang dan bencana lainnya.

Seperti kejadian pada 4 April, sebanyak 27 pohon di sejumlah ruas jalan di Kota Sukabumi tumbang, akibat diterpa hujan lebat dan angin kencang.

“Pemeriksaan pohon pun rutin kami lakukan dan jika ada yang dahannya sudah keropos dan terancam tumbang maka kami benahi dan pangkas atau bisa ditebang jika membahayakan, ” tambahnya.

Sony mengatakan banyaknya pohon yang tumbang tersebut, selain dipengaruhi faktor cuaca juga dikarenakan sistem penanaman terhadap beberapa pohon yang menggunakan cara blumbak.

Karena cara menanam pohon dengan menggunakan cara tersebut, apabila sudah tumbuh dan berkembang kondisinya tidak akan kuat karena akarnya tidak berkembang dengan baik.

Selain itu, di beberapa tempat banyak pohon yang tidak layak ditanam di daerah perkotaan, seperti pohon trembesi, mahoni dan palem raja. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Pribumi vs Non Pribumi

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.