Diduga Selewengkan Dana Bantuan Bedah Rumah, Kades di Bogor Dilaporkan ke Kejaksaan

BOGOR, SERUJI.CO.ID – Warga masyarakat penerima bantuan dana Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Desa Kutamekar Kecamatan Cariu Kabupaten Bogor Jawa Barat, mengaku kecewa lantaran Kepala Desa (kades) Asman tidak transparan dalam penyaluran dana bantuan tersebut.

Kades Asman dikabarkan memberikan bantuan dana Rutilahu kepada warga dalam bentuk bahan bangunan berikut tukang. Namun, jika dihitung nilainya tidak lebih dari Rp 4 juta. Hal ini dinilai tidak sebanding dengan jumlah dana bantuan Rutilahu yang seharusnya diterima warga sebesar Rp10 juta.

“Waktu bedah rumah, saya diberi bahan bangunan dari Kades berupa papan GRC 5 lembar, kaso 2 ikat, kaca jendela 4 lembar, paku 5 kg, cat tembok 25 kg, cat kayu 1 kg, dan tukang bangunan 4 orang dikerjakan selama 4 hari, segitu juga Alhamdulillah ada perhatian dari pemerintah,” kata salah satu warga penerima dana bantuan Rutilahu, Ocim kepada SERUJI, Sabtu (27/1).

Menurut keterangan Tim Investigasi LSM Penjara Indonesia Cabang Bogor, diduga penyelewengan dana bantuan yang berasal dari APBD Pemerintah Kabupaten Bogor tersebut berlangsung sejak tahun 2015.

“Berdasarkan hasil investigasi kami di lapangan, rata-rata jumlah dana Rutilahu yang disalurkan oleh Kades Kutamekar kepada warga penerima Rutilahu tahun 2015-2016 berkisar antara Rp 1,5 juta sampai dengan Rp 4,5 juta per unit rumah, sedangkan dana Rutilahu yang disalurkan melalui BPMD Kabupaten Bogor adalah sebesar Rp 10 juta, kenapa justru ada warga yang terpaksa menjual kambing peliharaannya karena untuk menutupi kekurangan biaya rehab rumahnya, dan sebenarnya hal ini tidak perlu terjadi jika dana bantuan tersebut diberikan sesuai dengan haknya,” kata salah satu Tim Investigasi LSM Penjara Indonesia Cabang Bogor yang enggan disebut identitasnya pada SERUJI, Ahad (28/1).

Namun, hal ini berbeda dengan pengakuan salah satu Ketua RW desa tersebut, bahwa penyaluran dana Rutilahu sudah sesuai prosedur dan jumlahnya juga sesuai dengan dana yang diterima dari Kabupaten Bogor.

“Pekerjaan bedah rumah di Desa Kutamekar sudah sesuai prosedur dan warga penerima bantuan Rutilahu juga dengan senang hati menerimanya, tidak ada yang protes, kalau mau dicek lagi ya silahkan saja”, kata salah satu Ketua RW, Amin, kepada SERUJI, Jumat (12/12/2017).

Karena Kades Asman tidak transparan dalam penyaluran dana bantuan Rutilahu tahun 2016, maka warga masyarakat Desa Kutamekar melaporkan ulah Kades ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor pada bulan September 2017 lalu. Pantauan SERUJI, saat ini kasus tersebut sedang dalam proses penyelidikan pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor.

Sayangnya, Kades Kutamekar Asman menghindar saat akan dikonfirmasi mengenai adanya laporan pengaduan masyarakat ke Kejari Kabupaten Bogor.

Jaksa pada Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Arjuna membenarkan adanya laporan pengaduan masyarakat desa itu, dan sekarang laporan tersebut sedang ditindaklanjuti Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Bogor.

“Laporan dugaan penyelewengan dana Rutilahu Desa Kutamekar Kecamatan Cariu sudah ditindaklanjuti Kasi Pidsus,” kata Arjuna kepada SERUJI, Jumat (12/1).

Menurut penjelasan salah satu jaksa penyidik Seksi Pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor yang enggan disebut identitasnya mengatakan, laporan pengaduan masyarakat itu kini sedang proses penyelidikan dan pemanggilan saksi-saksi.

Masyarakat Desa Kutamekar mengharapkan agar Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor serius menangani laporan pengaduan masyarakat tentang dugaan tindak pidana korupsi, dalam hal ini masyarakat seharusnya berani melaporkan tentang dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi didaerahnya kepada aparat penegak hukum, hal ini sebagaimana tertuang dalam PP Nomor 71 Tahun 2000 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat dan Pemberian Penghargaan dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Oskar/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER